Batola Segera Punya Tugu Baru di Simpang Tiga Rumpiang

Desain Tugu yang akan mempercantik Bundaran Rumpiang. Proses pekerjaan, Foto: Dinas PUPR Batola

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera membangun tugu bundaran baru di simpang tiga jalan arah Banjarmasin, Marabahan, Margasari (Kabupaten Tapin), yang berdekatan dengan Jembatan Rumpiang.

Kepala Dinas PUPR Saberi Thanoor melalui Kepala Bagian Tata Ruang dan Bina Konstruksi Hj. Saraswati Dwi Putranti, M.T. menyampaikan, pembangunan itu masih dalam proses pengurusan izin secara administrasi.

“Karena status jalan yang merupakan jalan nasional, sehingga proses perizinan masih di Balai Jalan Nasional. Semoga dalam waktu dekat ini izinnya sudah keluar,” ungkapnya kepada awak media, di kantornya, Jumat (11/08/2023).

Hj. Saraswati Dwi Putranti

Adapun pagu anggaran pada proyek tersebut bernilai Rp4 miliar, yang ditargetkan rampung akhir Desember.

“Tetapi memang nanti belum bisa selesai 100%, karena sesuai desain pembangunan dibagi dua tahap. InsyaAllah kalau dana memungkinkan, tahun 2024 kita lanjutkan lagi,” tambah Saraswati.

Dalam pembangunan ini, pihaknya telah bekerja sama dengan arsitek Universitas Lambung Mangkurat dalam hal desain.

“Sebelumnya pihak kita juga telah melakukan ekspose dengan tokoh masyarakat, agama, budaya, dan satuan kerja perangkat daerah terkait, dan sudah disetujui secara konsep, dan sudah selesai secara desain,” tutur Saraswati.

Ia juga menambahkan, gambaran umum tugu di ambil dari logo daerah, yakni gambaran padi purun, yang mengandung nilai-nilai spritual.

“Kemudian ada gambar senjata raja tumpang. Berikutnya dari bentuk warnanya ada merah, hijau, dan warna lainnya,” jelas Kabag.

Adapun tinggi tugunya mencapai 19,6 meter dan di bawahnya ada fondasi/fundamental 1 meter, diambil dari Hari Lahir Barito Kuala 4 Januari 1960.

“Sedangkan angka 4-nya didesain 4 penjuru secara simetris. Artinya, kita mengambil dari sejarahnya,” jelas Saraswati.

“Karena mempunyai nilai filosofi, budaya, dan segala macam nantinya, harapan kita warga bisa menerima, karena kita telah menerima masukan dari berbagai kalangan,” pungkasnya.

(Alibana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *