Bupati Aulia dan Forkopimda HST Salat Idulfitri di Lapangan Dwiwarna Barabai

Bupati HST, H Aulia Oktafiandi melakukan do'a usai pelaksanaan salat Idul Fitri di Lapangan Dwi Warna Barabai

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Aulia Oktafiandi dan Wakil Bupati Mansyah Sabri, melaksanakan Salat Idulfitri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Taman Dwiwarna Barabai, Rabu (10/4/2024).

Salat id itu juga dihadiri para alim ulama, Ketua Tim Penggerak PKK HST Cheri Bayuni Budjang Aulia Oktafiandi, Ketua Gabungan Organisasi Wanita HST, Sekda, Ketua KNPI, para kepala perangkat daerah berserta jajaran, dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Aulia menyampaikan, bahwa kebahagiaan dan kenikmatan yang dirasakan hari ini merupakan wujud kemenangan. Karena semata-mata menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperoleh pahala, rahmat, dan magfirah dari Allah Swt., sehingga diharapkan semuanya bisa menjadi insan yang lebih baik.

“Semoga segala keikhlasan dan kemurahan hati kita untuk saling memaafkan segala salah dan kekhilafan, dapat membawa keberkahan dan mampu mengembalikan kita pada fitrah sebagai manusia yang sesungguhnya,” ucapnya.

Aulia juga berharap kontribusi dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat, agar setiap program kegiatan pembangunan yang berlangsung dapat terus ditingkatkan.

“Semoga dengan rida Allah Swt., Bumi Murakata yang kita cintai dapat kita bangun bersama, kita jaga bersama, dan kita rawat bersama, demi terwujudnya cita-cita kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Usai salat id, Aulia berserta seluruh jajaran menggelar open house dengan mengundang seluruh warga HST di Rumah Jabatan Bupati.

Adapun yang bertindak sebagai khatib dalam salat id itu adalah K.H. Barmawi (Ketua MUI Kecamatan Labuan Amas Utara), dan imamnya adalah Ustaz H. Muhammad Harawi.

Dalam khotbahnya, khatib mengangkat tema “Persaudaraan di Hari Fitri”, yang menjelaskan bahwa pada prinsipnya dengan merayakan Idulfitri, kaum muslimin bersama-sama diajarkan untuk kembali kepada jati diri manusia.

“Kita makhluk yang lemah, sehingga kita membutuhkan Allah Swt. untuk bersandar di mana saja dan kapan saja. Allahus-shomad Begitu mulianya Allah Swt. memperlakukan kita, maka sewajarnya kita patuh dan taat beribadah kepada Allah Swt.,” pesan K.H. Barmawi

(Rz)