Dr. Akhmad Murjani: Sosialisasi Vaksin Sinovac Perlu Penegasan

Vaksin Sinovac

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Pemerhati kebijakan publik di Banjarmasin, Dr. Akhmad Murjani menilai, menjadi perbincangannya Vaksin Sinovac oleh masyarakat luas, bukanlah tanpa alasan. Karena menurutnya, hal tersebut akibat kesimpangsiuran informasi. Untuk itu, ia mengajak semuanya bijak dan hati-hati.

“Artinya, pemerintah pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, perlu menyampaikan penegasan yang jelas kepada masyarakat. Satu persepsi, tidak silang pendapat, dan dibangun kesepahaman yang bijak, dalam menuju sosialisasi yang merata kepada masyarakat luas. Bahkan kalau perlu, sosialisasinya sampai ke daerah, sehingga seluruh masyarakat bisa memahami kebijakan pemerintah dalam penyuntikan Vaksin Sinovac ini,” tuturnya kepada jurnalkalimantan.com, melalui siaran persnya, Ahad (10/01/2021).

Drs. Murjani
Dr. Ahmad Murjani, Pemerhati Kebijakan Publik

Dr. Murjani menegaskan, tujuan dan keuntungannya serta efek samping setelah disuntik vaksin, harus disampaikan pemerintah kepada masyarakat. Misalnya alergi, demam, atau lainnya. Ia mencontohkan seperti imunisasi buat bayi, yang ada efek samping berupa demam, bahkan ada yang tidak merasakan efek sampingnya.

“Sosialisasi ini tujuannya, di samping memberikan edukasi, pemahaman, dan kesadaran masyarakat, juga tidak kalah pentingnya adalah memberikan semangat, dan dukungan, serta keyakinan manfaat vaksin ini, kepada para petugas-petugas penanganan Covid-19, atau masyarakat yang sudah diagendakan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, penyuntikan Vaksin Sinovac akan dilakukan dalam 4 tahap. Untuk tahap pertama, Januari–April, sasarannya para tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan. Tahap kedua, juga akan dilakukan diperiode yang sama, namun berbeda sasaran, yakni untuk petugas pelayanan publik, seperti TNI, Polri, aparat hukum, petugas di bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, perbankan, PLN, PDAM, dan lainnya.

Tahap ketiga, April 2021–Maret 2022, sasarannya untuk kelompok usia lanjut, masyarakat rentan aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap keempat, di periode yang sama, namun untuk masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya, dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin.

“Dari sasaran penyuntikan Vaksin Sinovac, masyarakat umum masuk golongan akhir. Sambil berproses kalau tahapannya lancar, bisa kita lihat hasil evaluasinya, apakah membawa dampak positif atau sebaliknya,” tandas Dr. Akhmad Murjani.

Editor : Ahmad MT