Jalan Kutabamara, Permudah Aktivitas Perekonomian Warga Kuripan

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus berusaha menyelesaikan pembangunan Jalan Kutabamara (Kuripan-Tabukan-Bakumpai-Marabahan) di wilayah utara, yang ditargetkan selesai pada 2022, dalam rangka mewujudkan visi misi bupati dan wakil bupati menuju Batola Setara.

Di antara yang sudah rampung, adalah di sebagian kawasan Kuripan.

Camat Kuripan, Hamdi, mengaku sangat berterima kasih atas terwujudnya pembangunan tersebut di wilayahnya.

Apalagi infrastruktur ini sangat dinanti warganya, karena bisa mempermudah akses menuju Kota Marabahan. Sebelumnya, mereka harus menempuh jalur sungai apabila ingin ke Ibukota Kabupaten Batola tersebut, pasalnya jalur darat yang ada sulit ditempuh, apalagi saat musim hujan.

“Pembangunan Jalan Kutabamara sangat membantu masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” tutur Hamdi saat ditemui di kediamannya, Selasa (24/11/2020).

Camat kuripan
Hamdi, Camat Kuripan | Istimewa

Hasilnya sudah mulai terlihat, seperti semakin hidupnya aktivitas perekonomian masyarakat Kuripan, berkat kemudahan arus transportasi. 

Selain itu tambah Hamdi, penyampaian informasi pembangunan dari satu desa ke desa lainnya juga semakin mudah, agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan di daerahnya masing-masing.

“Saat ini kami membangun perangkat radio komunikasi antar desa, agar bisa saling berbagi informasi untuk kemajuan masing-masing desa,” ungkap Hamdi.

Hadirnya Jalan Kutabamara ini, juga turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Asia Baru. 

“Sekarang, warga kami lebih mudah memasarkan produk usaha mereka, yakni berupa kerajinan purun dan daun gulinggang,” urai H. Bakransyah, Kepala Desa Asia Baru saat ditemui di kediamannya.

Bakransyah
H. Bakransyah, Kepala Desa Asia Baru

Ia juga mengakui, jarak tempuh ke Kota Marabahan sudah sangat singkat, dengan hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Dibandingkan sebelumnya jika melewati jalur sungai, harus mengeluarkan biaya lebih, belum lagi jam angkutan sungai yang terbatas.

“Sebelumnya kalau naik angkutan perahu motor cepat, sudah harus balik dari marabahan di pukul 12.30 WITA. Kalau lewat, tidak akan bisa pulang ke Kuripan,” tutur H. Bakransyah.

Editor : Ahmad MT