Jumlah Peserta Tenaga Kerja Aktif BPU Tumbuh Signifikan Di BP Jamsostek Kalimantan

BP Jamsostek
Deputi Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek/ BPJS TK) Wilayah Kalimantan Rini Suryani | Ist

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Deputi Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek/ BPJS TK) Wilayah Kalimantan Rini Suryani, mendorong pekerja sektor informal dapat mendaftarkan diri sebagai peserta, agar dapat memiliki jaminan sosial.

Selain itu tegasnya, biaya iuran yang dibebankan setiap bulannya sangat terjangkau, mulai dari Rp16.800,00, peserta sudah bisa mendapatkan manfaat yang akan diperoleh di kemudian hari.

Rini pun bersyukur ada kenaikan pertumbuhan peserta dari sektor tenaga kerja aktif.

Pada 2021 sampai dengan Oktober, jumlah peserta dari tenaga kerja aktif Penerima Upah tumbuh 3,85% dari tahun sebelumnya.

“Dalam kurun waktu 4 tahun sejak 2018—2021 terdapat tren positif pada pertumbuhan tenaga kerja aktif sektor penerima upah. Terjadi pertumbuhan signifikan pada tahun 2019 sebesar 4,06% dari tahun sebelumnya,” ujar Rini Suryani melalui siaran persnya, Jumat (03/12/2021).

Pertumbuhan juga terjadi di tenaga kerja aktif Bukan Penerima Upah (BPU) selama 4 tahun terakhir, dari 2018 sampai dengan 2021.

“Terjadi pertumbuhan signifikan pada tahun 2021 sampai dengan bulan Oktober sebesar 11,41% dari tahun sebelumnya. Meski pada Tahun 2019 sempat terjadi penurunan pertumbuhan tenaga kerja aktif Bukan Penerima Upah sebesar -2,06% dari tahun sebelumnya,” tambahnya.

Rini merincikan, untuk pekerja BPU jumlahnya mencapai 170 ribu di tahun 2019, turun di tahun 2020, dan kemudian naik lagi pada 2021 per 30 Oktober.

“Naiknya cukup tinggi, tidak signifikan, jadi 193 ribu, meski pandemi Covid-19,” akunya.

Dikatakan Rini, kepesertaan BP Jamsostek untuk wilayah Kalimantan melayani 5 provinsi dengan jumlah 189 ribu, dengan jumlah perusahaan yang ikut mencapai 48 ribu. 

Sedangkan untuk Penerima Upah ada 1,5 juta orang, yang di antaranya pekerja jasa konstruksi 11,89%.

“Sektor usaha yang ada yang banyak menjadi peserta BPJS TK, ada di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan,” kata Rini.(Saprian)