Kejaksaan Negeri & Pemkab Pulang Pisau Luncurkan Program Jaksa Garda Desa

JURNALKALIMANTAN.COM, PULANG PISAU – Peluncuran Program Jaksa Garda Desa atau Program Jaga Desa merupakan upaya memaksimalkan penggunaan dana desa, dengan menekan permasalahan yang dihadapi oleh kepala desa dan perangkatnya, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Banama Tingang, Kantor Bupati Pulang Pisau, Rabu (05/06/2024).

Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, Deddy Yuliansyah Rasyid, menyampaikan bahwa desa sebagai pemerintahan terkecil dalam struktur pemerintahan di Indonesia memiliki fungsi yang sangat krusial dalam melaksanakan program-program pembangunan di Indonesia.

“Para kepala desa inilah yang paling sering berinteraksi dengan masyarakat di wilayah desanya masing-masing, dan seharusnya mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat yang ada di dalam wilayah tersebut. Mulai dari kelahiran sampai dengan kematian yang ada di wilayah desanya, kepala desa pasti tahu,” paparnya.

Ia menambahkan, secara garis besar dana desa diperuntukkan bagi pendanaan penyelenggaraan pemerintah desa, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan kegiatan masyarakat.

Dalam catatannya, dana desa secara nasional untuk sekitar 75.260 desa di 434 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, di tahun 2022 sebesar Rp 68 triliun, tahun 2023 Rp 70 triliun dan tahun 2024 sebesar Rp 71 triliun.

Khusus untuk Kabupaten Pulang Pisau, dana desa untuk 95 desa di tahun 2024 sebesar Rp78.792.557.000 dengan penyerapan hingga saat ini sebesar Rp38.814.883.000 atau sekitar 49 persen dengan dana desa terbesar adalah Desa Paduran Sebangau Kecamatan Kahayan Kuala sebesar Rp1.887.721.000,.

“Dana desa yang seharusnya memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi kepala desa malah menjadi pemicu masalah dalam penggunaannya, baik masalah sosial dan masalah hukum,” jelasnya. (Ded/Viz)