Korban Pencabulan Ayah dan Paman Alami Trauma, Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku yang Lari

Penyerahan surat desakan penangkapan pelaku pencabulan di Mapolresta Banjarmasin (ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kasus pencabulan anak perempuan di Banjarmasin yang diduga dilakukan ayah kandung serta pamannya, masih bergulir di Polresta Banjarmasin.

Ayah yang berinisial SY itu kini telah diamankan polisi, sementara untuk pamannya masih dalam tahap pengejaran. Ibu korban melaporkan perbuatan pencabulan kedua pelaku tersebut kepada polisi pada 22 Mei 2024.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum korban, Syamsul Khair, Fadli Azhari, dan Nur Ramadhania dari Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Syamsul Khair dan Rekan, menyerahkan surat desakan kepada polisi agar segera menangkap satu pelaku tersisa.

Surat permintaan ini dilayangkan karena dampak psikologis korban yang kini trauma, takut, was-was, serta merasa terancam jika pelaku masih belum tertangkap.

“Kita khawatir pelaku akan berbuat nekat terhadap korban, karena saat melakukan aksinya, pelaku sempat mengancam akan membunuh korban jika menceritakan kepada orang lain,” ungkap Syamsul Khair, usai menyerahkan surat kepada Polresta Banjarmasin, Ahad (9/6).

Menurutnya, rasa ketakutan juga dirasakan oleh ibu korban, sehingga tidak berani meninggalkan anaknya sendirian di rumah.

“Oleh sebab itu, kami berharap polisi bisa segera menemukan dan menangkap pelaku agar tidak meninggalkan rasa takut dan trauma yang bekepanjangan,” pungkas Syamsul.