PPKM Pengaruhi Daya Beli Ikan Laut

Daya Beli Ikan Kalsel
Nadiyah, Plt Kepala Pelabuhan Perikanan Banjarmasin

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh dan berdampak terhadap berbagai sektor usaha, ditambah lagi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehinga berakibat terhadap turunnya daya beli terhadap ikan laut.

Hal ini dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelabuhan Perikanan (PP) Banjarmasin Nadiyah. Ia menjelaskan, bahwa dalam beberapa hari terakhir ini kapal yang datang dan sandar pun belum terlalu banyak.

Advertisement

“Minat konsumsi masyarakat juga pembelinya di sini lumayan berkurang, jadi agak sepi di pelabuhan beberapa malam ini,” ungkapnya kepada jurnalkalimantan.com, saat ditemui di kantornya di kawasan Banjar Raya, Kamis (29/07/2021).

Menurut perempuan berhijab ini, meskipun kapal yang datang agak sedikit berkurang, namun stok ikan yang ada masih banyak, sehingga bisa melayani pembeli yang datang.

“Jadi kalau ada pembeli yang datang untuk membeli ikan, masih bisa kami layani,” katanya.

Biasanya dalam kondisi normal atau lagi musim ikan, lanjut Nadiyah, kapal yang sandar bisa mencapai 10 sampai 15 kapal, namun dengan kondisi sekarang ini hanya 3 sampai 4 kapal saja.

“Kita lihat di lapangan dalam beberapa malam terakhir ini memang agak sepi, baik pembeli langsung maupun pembeli ikan yang akan dijual kembali juga sepi,” katanya.

“Untuk stok ikan sangat banyak dan tersedia kapanpun pembeli mau, kita siap melayani,” sambungnya.

Sementara untuk harga ikan saat ini, Nadiyah menguraikan, ikan peda freezer seharga Rp43.000,00/kg, ikan lajang Rp33.000,00/kg, ikan bandeng Rp19.000,00/kg, ikan selar Rp17.000,00/kg, ikan bawal Rp50.000,00/kg, dan cumi Rp52.000,00/kg.

“Kalau di sini kita melayani penjualan sampai ke beberapa kabupaten dan provinsi tetangga, baik Kalteng maupun Kalbar,” paparnya.

Advertisement