Ribut, Ditinggal Pergi ke Orang Tua, Saat Pulang Lagi Sang Istri Sudah Tiada

Suasana Identifikasi jasad korban

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sang istri tersebut adalah Nurul Arfiah (32), Warga Jalan Jahri Saleh, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Ia diduga tewas gantung diri di dalam rumahnya, di Jalan Sungai Baru, Gang 1 Ramadan RT 07 RW 01 Kelurahan Sungai Baru, sekira pukul 21.45 Wita, Kamis (2/3/2023).

Menurut penuturan Ketua RT Noor Alamsyah, saat itu dirinya sedang berada di rumahnya, kemudian diberitahu oleh suami korban, kalau istrinya telah gantung diri.

Mendengar hal tersebut, lantas ia langsung bergegas ke rumah tersebut untuk mencari tahu kebenarannya.

“Ternyata iya, kondisinya sudah tergantung dengan sebuah kain, di atas tangga,” ungkapnya.

Saat ditanyakan terkait kronologis penemuannya, Ketua RT 07 juga tidak mengetahui secara pasti, karena saat itu dirinya sedang berada di rumah.

“Saya juga tidak tahu, karena yang pertama kali menemukannya itu suaminya,” ucap Ketua RT 07.

Lebih lanjut, Alamsyah menuturkan, kalau dalam beberapa hari terakhir tidak ada kejadian yang mencurigakan dari arah rumah tersebut.

“Kalau beberapa hari ini aman-aman saja, tidak pernah terdengar ribut, bahkan hari ini juga tidak ada terdengar ribut,” tuturnya.

Ketua RT 07 juga mengaku, kalau dirinya juga tidak mengenal dengan korban, lantaran korban adalah seorang pendatang.

Selang beberapa waktu korban ditemukan, pihak relawan tanggap darurat dan juga kepolisian datang ke lokasi kejadian, dan langsung melakukan olah TKP.

Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke Ruang Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Ulin, guna mendapatkan visum et repertum.

Sementara itu, dari penuturan suami korban, M. Saupi (30), saat itu dirinya baru kembali dari rumah orang tuanya, dan ketika sampai di rumahnya telah mendapati sang istri sudah dalam keadaan tergantung.

Melihat hal tersebut, lantas dirinya melapor ke Ketua RT.

“Iya, langsung saya laporkan ke Ketua RT saja,” ujarnya kepada awak media, di depan Ruang Jenazah.

Lebih lanjut, Saupi juga mengaku, kalau malam sebelumnya memang sempat ribut dengan korban, gara-gara saya main ponsel.

“Karena saya tidak mau meladeni dia untuk ribut, makanya tadi malam saya tinggalkan untuk tidur di rumah orang tua saya,” ucap Saufi.

Suami korban menuturkan, awalnya dirinya sempat ingin dua sampai tiga hari tinggal di rumah orang tuanya, namun hatinya merasa tidak nyaman, lalu memutuskan pulang ke rumahnya di Sungai Baru, yang ternyata sudah tidak bisa lagi bersua dengan istrinya selamanya.

(Adt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *