Sabet dengan Samurai, 2 Residivis Diamankan Polisi

Dua terduga pelaku yang diamankan (ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Pegadaian I, tepatnya di depan Oghie Guest House Kelurahan Pekapuran, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kamis (16/5) malam, berhasil diungkap jajaran Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua tersangka yaitu AJM (20) dan seorangnya lagi anak di bawah umur (ABH).

Keduanya diamankan setelah diduga melakukan pencurian dengan kekerasan, hingga melukai korbannya berinisial SJ (15).

Kejadian tersebut berawal saat korban bersama temannya sedang melintas dengan kendaraannya di lokasi kejadian.

Bersamaan dengan itu, kedua tersangka dan juga teman-temannya yang lain juga melintas di lokasi yang sama.

“Melihat korban yang jalan hanya berdua, lalu kedua pelaku pun mendekati korban, dan pelaku ABH pun langsung menebas korban,” ungkap Kepala Satuan (Kasat) Reskrim AKP Eru Alsepa, Kamis (30/5).

“Kemudian, kedua korban pun terjatuh dari kendaraan, dan langsung mencoba melarikan diri dengan cara berlari. Pelaku pun sempat berhenti dan mencoba mengejar korban, dan pelaku sempat menusuk korban SJ di bagian badan, dan korban berhasil melarikan diri,” lanjutnya.

Akibatnya, korban pun mengalami luka tebasan di bagian kaki sebelah kiri, dan luka tusukan di bagian badan.

“Setelah korban melarikan diri, pelaku AJM pun mengambil kendaraan dan 2 buah ponsel milik korban,” kata AKP Eru.

Atas kejadian tersebut, orang tua korban langsung melapor ke Mapolresta agar diproses secara hukum.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan kedua pelaku di Jalan Sudimampir, tepatnya di Pasar Lima, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Ahad (19/5) dini hari.

Selanjutnya, kedua pelaku dan barang bukti berupa dua senjata tajam jenis samurai dan parang, dan sebuah kendaraan jenis Honda Scoopy diamankan ke Mapolresta.

Lebih lanjut, ucap Kasat, untuk korban dan para pelaku tidaklah saling mengenal satu sama lain.

“Pengakuan pelaku, mereka salah orang, para pelaku mengira korban adalah orang yang sedang mereka cari, itu alasan kedua pelaku,” ucapnya.

AKP Eru juga mengungkapkan, saat melakukan aksinya tersebut, kedua pelaku dalam pengaruh narkotika atau obat-obatan terlarang.

“Jadi, keduanya ini juga merupakan residivis, yang AJM merupakan residivis kasus narkotika, dan yang ABH merupakan kasus tawuran. Namun, karena masih di bawah umur, yang ABH ini sebelumnya tidak ditahan, diselesaikan secara damai, dan diberikan pembinaan,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diancam dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.(Adt)