Sosok H. Rusli, Calon Bupati Banjar di Mata Ulama

Pasangan H. Rusli & KH. M. Fadhlan Asy'ari, Calon Bupati & Wakil Bupati Banjar

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR Penetapan pasangan bakal calon Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Walikota beserta wakilnya menjadi calon kepala daerah, serentak diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (23/09/2020).

Termasuk yang ditetapkan, adalah pasangan H. Rusli dan Guru Fadlan, sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

Pasangan umara dan ulama ini diusung sejumlah partai politik (parpol) besar, yakni Partai Golongan Karya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Gerakan Indonesia Raya, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan didukung parpol non parlemen, Partai Solidaritas Indonesia.

Selain itu, ketokohan pasangan ini, turut mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya dari para ulama, seperti dari ulama karismatik di Kabupaten Banjar, KH. Ali Murtadlo, atau kerap disapa Guru Ali.

Menurut Guru Ali, H. Rusli merupakan sosok ayah yang sangat penyayang, bahkan berhasil melakukan kaderisasi kepada anaknya.

Tak ayal, sang anak pun telah menjadi pengusaha, mondok di pesantren, hingga sukses mengikuti jejak langkah sang ayah sebagai anggota DPRD Kabupaten Banjar. Di luar kepala keluarga, H. Rusli juga dikenal sebagai sosok yang dermawan, karena sering terlibat dalam kegiatan sosial, dan acap kali menyisihkan penghasilan untuk beberapa pondok pesantren dan lembaga pendidikan di Kabupaten Banjar.

“Salah satu lembaga yang beliau santuni, adalah Pondok Pesantren Darussalam. Berdasarkan informasi yang didapat dari seorang guru agama di Kabupaten Banjar, beliau intens setiap bulan memberikan sumbangan untuk pesantren Darussalam. Termasuk para imam, muazin langgar dan masjid di sana,” ucap Guru Ali, kemarin.

Bukan hanya itu, sosok H Rusli juga dikenal tegas. Hal ini tergambar saat dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Banjar.

“Salah satu kebijakan yang diambil, yakni ketika hak angket untuk Bupati Banjar. Pada saat itu, H Rusli mendengarkan pendapat terlebih dahulu, kemudian melihat perkembangan dan pendapat tim ahli. Walhasil, H. Rusli memutuskan bahwa hak angket pemakzulan Bupati Banjar itu tidak memiliki aspek hukum dan urgensi yang penting,” jelas Guru Ali.

Editor : Ahmad MT