Sudah Disurati, Pelanggaran Pemasangan 800 APK Belum juga Dilepas Masing-masing Paslon

Bawaslu kota Banjarmasin
Muhammad Yasar ketua Bawaslu Kota Banjarmasin 

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Setelah berjalan sekitar lima pekan tahapan kampanye calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin tahun 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarmasin menilai, banyak alat peraga kampanye (APK) yang melanggar aturan dalam pemasangannya.

Bersamaan dengan hal tersebut, Bawaslu telah melakukan rapat evaluasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), TNI-Polri, dan instansi terkait, untuk membentuk tim penertiban APK.

“Karena sudah banyak yang melanggar ketentuan pemasangan APK,” jelas Muhammad Yasar, Ketua Bawaslu Kota Banjarmasin, di Balai Kota, usai rapat evaluasi, Kamis (05/11/2020).

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati, bahwa pada pertengahan bulan ini akan dilaksanakan penertiban APK, seperti yang terpasang di pohon, tiang listrik, fasilitas pemerintah atau pendidikan, dan lainnya.

“Rencananya ada tiga kali kegiatan penertiban, di pertengahan dan akhir bulan November, serta menjelang masa tenang,” urai Yasar.

Ia menyebutkan, bahwa ada 800 APK yang diduga melanggar aturan pemasangan, dan sudah diminta ke tim sukses masing-masing pasangan calon (paslon) untuk dilepas, namun belum juga dilakukan hingga saat ini.

“Sebagai mana aturan, ketika tidak ditindaklanjuti, Bawaslu berhak bekerjasama dengan tim penertiban, untuk menertibkan alat peraga yang diduga melanggar aturan pemasangan,” terangnya.

Setelah ditertibkan, APK tersebut rencananya diamankan di 5 Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu tingkat kecamatan, atau di Markas Satuan Polisi Pamong Praja. Setelahnya, tim sukses masing-masing paslon bisa mengambilnya, dan dipersilahkan memasangnya kembali di tempat yang dianjurkan.

Editor : Ahmad MT