Tuntutan Tak Ditanggapi, FSPMSI Akan Bawa Lebih Banyak Massa dan Tempuh Jalur Hukum

Unuuk rasa PLN Banjarbaru

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dalam aksi demo kamis, (20/05/2021) para buruh yang tergabung dalam FSPMSI menyesali tidak ada keluarnya pimpinan pihak dari PT PLN Kalsel-Teng, untuk mediasi kepada mereka.

Ketua DPW FSPMI Kalsel, Yoeyoen Indharto menegaskan, akan kembali datang ke PT PLN Kalsel-Teng dengan masa yang lebih banyak, bahkan pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Seperti diketahui, kantor PT PLN Unit Induk Wilayah Kalsel-Teng Banjarbaru diserbu ratusan buruh yang tergabung di Federasi Serikat Pekerja Metal Seluruh Indonesia (FSPMSI) Kalimantan Selatan (Kalsel) Kamis (20/5/2021) siang.

Dalam aksi demo banyak hal yang dipertanyakan para ratusan buruh FSPMSI Kalsel termasuk ketidakadilan pemotongan upah.

“Upah buruh dipotong. Kami berjuang bukan untuk diri kami sendiri tapi juga untuk masyarakat. Ada tidak tindakan pihak PLN? Jangan petantang – petenteng bahkan mengancam mem – PHK jika kami demo,” kata para pendemo di depan pagar PT PLN Kalsel-Teng.

Baca Juga : Aksi Unjuk Rasa Ratusan Pekerja Didepan PT. PLN Unit Induk Wilayah Kalsel-Teng

Ketua DPW FSPMI Kalsel, Yoeyoen Indharto, mengatakan dalam aksi demo ini mempertanyakan beberapa hal terkait dengan belum dibayarnya upah lembur para pekerja selama tiga bulan, Februari- Maret- April.

Dan juga kurangnya THR 2021 yang diterima pekerja, terlebihnya ia mengatakan tujuan ini agar masyarakat tahu bahwa kelistrikan bukan dikerjakan pegawai PLN tapi oleh buruh PLN.