JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara daring tahun ajaran 2021-2022 di Kota Banjarmasin telah usai, namun ternyata masih ada SMP negeri yang kekurangan siswa.
Penerimaan dengan sistem zonasi yang berakhir 30 Juni lalu ini, menyisakan 16 SMP yang belum terpenuhi kuota peserta disiknya.
Adapun sekolah tersebut adalah SMPN 10, 13, 16, 17, 18, 19, 20, 22, 23, 25, 28, 29, 31, 32, 33, dan 34.
“Dari 6.997 kuota yang disediakan, cuman 6.003 yang diterima dengan sistem aplikasi. Artinya, masih ada 994 kursi kosong,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto, saat ditemui para awak media di lobi balai kota, Senin (05/07/20201).

Dengan kondisi tersebut, pihaknya masih memberikan kesempatan untuk para orang tua mendaftarkan anaknya secara luring, sampai dengan dimulainya tahun ajaran baru.
“Kita sudah sampaikan kepada para orang tua untuk mendaftarkan anaknya lagi ke sekolah yang masih kekurangan siswa. Kita buka sampai 12 Juli nanti,” papar Totok.
Ia menambahkan, jika sampai batas waktu juga tidak terpenuhi, proses belajar mengajar akan tetap berjalan dengan jumlah siswa yang telah terdaftar.
“Kalau tidak terpenuhi juga, belajar mengajar di sekolah tetap berjalan,” tegasnya.
Selain itu, menurutnya, salah satu faktor yang membuat jumlah pendaftar menurun, karena kecenderungan orang tua yang memilih sekolah keagamaan untuk anaknya, baik pondok pesantren, madrasah, ataupun sekolah-sekolah swasta.
Di samping itu, juga memang jumlah anak atau remaja yang tidak sebanyak dahulu, yang Totok nilai sebagai keberhasilan program Keluarga Berencana dari pemerintah.
Editor : Ahmad MT














