JURNALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia.
IDI di propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun 2019 mencapai 79,47 dalam skala indeks 0 sampai 100. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan IDI 2018 yang capaiannya sebesar 79,92.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat demokrasi di Kalimantan Selatan masih berada pada kategori “sedang” dari 3 kategori baik, sedang, dan buruk.
Oleh sebab itu Komisi I DPRD Kalsel laksanakan komparasi ke Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi kalimantan Tengah IDInya mengalami peningkat sebesar 9.89 point, belum lama tadi.
” Kelemahan di kalsel kaitannya itu dikarenakan kurangnya partisipasi politik dalam pengawasan. Hal ini seperti yang diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias.
Menurutnya, variabel yang mengalami penurunan diantaranya Kebebasan Berkumpul Berserikat, Peran Partai Politik, dan Pemilu yang Bebas dan Adil di mana penurunannya masing sebesar 76,56 poin, 38,57 poin, dan 17,69 poin.
“Untuk mengatasi itu, hal-hal kekurangan akan kita bagikan rekomendasi ke pihak eksekutif agar bisa meningkatkan IDI Kalsel ini sama – sama. Jadi tidak hanya DPRD, karena ini kerja bersama antara eksekutif dan legislatif,”ucapnya.
Selain itu beliau juga berharap angka-angka indikator yang masih berada di bawah 79 bisa meningkat menjadi 100, kategori baik.
Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas menambahkan, peranan DPRD sangat penting untuk menjadi salah satu penunjang peningkat peringkat IDI Kalsel.
“Salah satu indikator dalam meningkatkan peringkat IDI Kalsel adalah dokumentasi yang lengkap,” jelasnya.
Saat ditemui di akhir kegiatan Kepala kesbangpol Kalimantan Tengah Agus Pramono, S. Sos mengatakan Kalteng dalam 1 tahun bisa naik sepuluh point yang semula urutan 15














