JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim Pemenangan 8 H2D (Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 02 H. Denny Indrayana-Difriadi) laksanakan konferensi pers, di markas besar relawan H2D, Jalan A. Yani Kilomer 33 Loktabat Banjarbaru, terkait rapat koordinasi (rakor) yang diadakan oleh Bawaslu Kalsel, perihal Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur, pada Jumat (28/5/2021) malam.
Tim Pemenangan 8 H2D mengaku keberatan atas rakor tersebut, tanpa memastikan kehadiran pihak tim pasangan calon nomor urut 01.
Baca Juga : 2 Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel Siap Ciptakan PSU Damai
Ilham Nor, koordinator Tim Pemenangan 8 H2D, pada awak media mengatakan, berdasarkan situasi di tempat acara Bawaslu Kalsel, tim pemenangan 02 H2D berhadir memenuhi undangan acara tersebut, namun pihak dari tim paslon 01 belum hadir pada saat itu.
“Kami jelaskan situasi kronologis yang tim pemenangan 02 H2D ikuti, hadir berdasarkan undangan jam 14.30 WITA. Saat memasuki ruang acara kegiatan, terlihat kursi dari tim paslon 01 masih kosong,” ujarnya
Ilham kembali menjelaskan, ketika acara akan dibuka Ketua Bawaslu Kalsel, pihaknya melakukan interupsi, karena seharusnya bawaslu memastikan dulu kehadiran paslon 01, lantaran kegiatan ini dinilai sangat berpengaruh kepada 2 tim pemenangan dan juga pasangan calon dalam Pilgub Kalsel jelang PSU.
“Kami lakukan interupsi, karena dalam rapat koordinasi terkait PSU ini harus dihadiri kedua belah pihak atau tim pasangan calon, namun Bawaslu Kalsel tidak bisa memastikan kehadiran dari tim pasangan 01 dan tetap mengambil keputusan untuk melanjutkan acara tersebut,” terangnya.
Alasan Tim H2D meninggalkan Rakor
Halaman Berikutnya














