Akuntan Diminta Membarui Pengetahuan dan Memiliki Sertifikasi untuk Bisa Bertahan di Era Disrupsi

Ikatan Akuntan
Foto bersama Pengurus IAI wilayah Kalsel bersama Dosen Prodi Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Dosen tetap Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gajah Mada (UGM) Syaiful Ali, M.I.S., Ph.D., CA. menyampaikan, bahwa akuntan perlu meningkatkan kompetensi dengan sertifikasi profesi untuk memastikan kompetensinya, yang didapatkan melalui ujian sertifikasi profesi maupun pengalaman kerja.

“Sertifikasi diberikan oleh organisasi/asosiasi profesi yang mengetahui dengan pasti suatu kompetensi professional dalam bidang tertentu, dan sertifikasi memberikan jaminan bahwa orang yang menyandangnya telah mendapatkan kompetensi tertentu,” ungkap Syaiful Ali, M.I.S., Ph.D., CA. yang juga Direktur Keuangan UGM serta Anggota Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional (DSAP) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dalam kegiatan seminar dalam jaringan (sedaring) nasional, Sabtu (12/06/2021).

[feed_them_social cpt_id=59908]

Ditambahkannya, pendidikan profesi akuntan perlu lebih dalam mempelajari teknologi informasi, karena dari hasil survei pada akuntan pendidik di Indonesia (2019) terhadap tingkat pengetahuan terhadap Revolusi Industri (RI) 4.0, sebanyak 46,70% menjawab berpengetahuan, sedangkan pengaruh RI 4.0 terhadap prodi/kurikulum S1 Akuntansi menjawab 43,10% berpengaruh, selanjutnya 77% responden menyatakan teknologi RI 4.0 berpengaruh terhadap prodi/kurikulum S1 Akuntansi.

“27% responden menyatakan telah mengintegrasikan materi teknologi Revolusi Industri 4.0 dalam kurikulum prodi S1 Akuntansi, 63% belum mengintegrasikan materi tersebut, dan ada gap antara kesadaran dan tindakan,” urai Syaiful Ali, M.I.S., Ph.D., CA.

Selain itu ia juga berpesan, bahwa kepemimpinan di fakultas/departemen sangatlah krusial dalam mengantisipasi potensi dampak RI 4.0 terhadap pendidikan S1 Akuntansi di Indonesia. Ia juga mendorong para dosen akuntansi untuk terus mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Ia juga mengharapkan para dosen akuntasi bisa mengintegrasikan materi-materi RI 4.0 dalam mata kuliah yang ada dan juga mata kuliah baru yang dibuat untuk merespon tantangan masa depan. Lanjutnya untuk para akuntan, ia mendorong agar terus berperan relevan bagi industri, sama-sama membarui pengetahuan dan keterampilan yang didapat.

“Sementara bagi para mahasiswa, harus terus mengikuti perkembangan teknologi yang ada terkait Revolusi Industri 4.0 dan secara proaktif menyiapkan diri menghadapi tantangan yang ada,” ujar Syaiful Ali, M.I.S., Ph.D., CA.

Pada sedaring yang digelar IAI Wilayah Kalsel bekerja sama dengan Prodi Akuntansi FEB Universitas Lambung Mangkurat ini, juga menghadirkan Prof. Dr. Hj. Nunuy Nur Afiah, S.E., M.Si., Ak., C.A., yang merupakan Dewan Pengurus Nasional IAI, sekaligus Dekan FEB Universitas Padjajaran Bandung, yang memyampaikan materi sesuai tema “Arah Pendidikan Profesi Akuntansi di Era Digitalisasi”.

[feed_them_social cpt_id=57496]