Masih Ada Kerumunan Siswa, Kadinkes Bjm Wanti-wanti Satgas Sekolah

Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah
Ilustrasi

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan (Disdik) siap menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) di setiap jenjang pendidikan, dari mulai tingkat SD hingga SMP, terkecuali Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mulai tanggal 12 Juli 2021.

Kepala Disdik Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan, bahwa setiap sekolah sudah memenuhi syarat dan PTM siap dilaksanakan tahun ajaran baru 2021/2022.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Walaupun demikian, jelasnya, pelaksanaan PTM tidak mewajibkan peserta didik untuk hadir ke sekolah.

“Orang tua/wali bisa saja meminta pihak sekolah untuk pembelajaran daring bagi wali murid yang tak ingin ambil risiko kesehatan anaknya, itu juga tetap kami fasilitasi,” ungkapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Senin (14/06/2021).

Sebelumnya, sekolah di bawah naungan Disdik Banjarmasin telah menjalankan PTM terbatas sejak 4 Juni lalu, dikhususkan untuk kelas IV dan V SD, dan kelas VII dan VIII untuk tingkat SMP.

Meski secara umum seluruh sekolah sudah melaksanakan protokol kesehatan (prokes) saat proses belajar mengajar berlangsung, tapi ternyata saat jam pelajaran berakhir, prokes tampak longgar diterapkan.

Ambil contoh, ada kerumunan siswa di pinggir jalan sembari menunggu jemputan. Pemandangan seperti itu terlihat di SMPN 3 Banjarmasin yang berada di Jalan Pangeran Antasari, Senin (14/6) kemarin.

Hal ini tentu tak diinginkan oleh Disdik maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Terkait hal tersebut, Kepala Dinkes Banjarmasin Machli Riyadi menekankan, agar Satgas Covid-19 yang dibentuk di sekolah-sekolah bisa lebih maksimal dalam mengawasi siswa-siswinya, baik saat hendak memulai pelajaran, dimulainya pelajaran, hingga berakhirnya pelajaran.

“Kami merekomendasikan PTM dengan catatan sekolah memiliki tim satgas sendiri. Kalau masih saja ada sekolah yang kelihatan longgar, itu artinya pengawasan pemberdayaan satgas sekolah sangat lemah,” ucapnya.

Ia pun berharap satgas di sekolah-sekolah betul-betul diberdayakan secara maksimal, sehingga satgas kota tidak merasa sia-sia ketika memberikan rekomendasi PTM.

Editor : Ahmad MT

[feed_them_social cpt_id=57496]