Barito Kuala Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak 

Penghargaan Pratama Kabupaten Layak Anak

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala raih Penghargaan Pratama Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (29/07/2021)

Penghargaan KLA diberikan kepada seluruh kabupaten/kota yang terencana secara menyeluruh serta berkelanjutan dalam kebijakan, program, dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Apresiasi pelaksanaan KLA di daerah diberikan dalam 5 kategori, mulai Pratama, Madya, Nindya, hingga paling tinggi Utama, dan Batola berada di kategori Pratama.

Bupati Batola Hj. Noormiliyani A.S., didampingi Ketua Gugus Tugas (Gustu) KLA yang juga Sekdakab Batola H. Zulkipli Yadi Noor, dan Sekretaris Gustu KLA yang juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hj. Harliani, menyambut gembira atas raihan penghargaan ini.

“Keberhasilan yang diraih Batola ini tentunya tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang terlibat. Untuk itu, atas nama pemerintah dan masyarakat saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya,” ucap bupati di sela kegiatan, di ruang Media Center Dinas Komunikasi dan Informartika Batola.

Bupati berharap, penghargaan KLA ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi ke depanya.

Sementara itu, Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati melalui aplikasi Zoom Meeting menyatakan, bahwa tahun 2021 ini terjadi peningkatan penerima penghargaan KLA dibandingkan 2019.

“Menjadi kebanggan kita bersama pada tahun 2021 ini penerimaan KLA meningkat dari tahun 2019, yakni dari 249 menjadi 279 kabupaten/kota,” ujar wanita yang akrap disapa Bintang Puspayoga tersebut.

Ia berharap, penghargaan yang diberikan tak hanya dilihat sebagai tujuan akhir, namun menjadi penyemangat bagi daerah lain untuk melindungi anak di daerah masing-masing.

“Besar harapan kami daerah yang telah mendapatkan penghargaan, dapat menjadi praktik bagi daerah lainnya guna menuju Indonesia layak anak 2030 dan Indonesia Emas 2045,” pungkas menteri.

(Alibana/AhmadMT)

[feed_them_social cpt_id=57496]