Diketuk Tak Kunjung Menjawab, Supian Terkejut Melihat Kondisi Tetangganya

perempuan tewas di tajau landung

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Seorang perempuan ditemukan tewas mengapung di sumuran sawah, di Desa Keliling Benteng, Tajau Landung, Ray 7, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Sabtu (14/8/2021).

Kapolsek Sungai Tabuk Iptu Siswadi mengatakan, identitas korban yakni Hasanah (63), seorang petani, alamat sesuai KTP Jalan Kasturi I, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Kronologisnya, pada saat Supian yang juga merupakan seorang petani berencana mengundang korban untuk acara selamatan. Namun, setelah diketuk pintu pondok rumah milik korban dan Supian memanggil korban beberapa kali, tetap tidak ada jawaban dari dalam rumah,” katanya.

Lanjut Siswadi menceritakan, setelah dipanggil oleh Supian beberapa kali korban tidak kunjung keluar rumah, kemudian oleh Supian mencari sampai ke belakang pondok, dan didapati bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal mengapung dengan posisi terlentang di sumuran sawah belakang pondok miliknya.

“Supian lantas langsung memberitahukan kepada warga lain dan melaporkannya kepada kepala desa serta ke Polsek Sungai Tabuk,” bebernya.

Lanjut Iptu Siswadi mengatakan, jasad korban langsung dievakuasi ke Kamar Jenazah RSUD Ratu Zaleha Martapura untuk dilakukan visum luar.

“Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan korban meninggal dunia kurang lebih sekitar 4 hari yang lalu, kemudian dari hasil pemeriksaan luar, mayat tidak ada ditemukan tanda bekas penganiayaan baik dari benda tumpul/benda tajam,” papar Iptu Siswadi.

“Adapun bekas semacam jeratan di leher korban, diakibatkan oleh pembengkakkan leher yang terkena tutup kepala atau jilbab selama 4 hari di dalam air,” lanjutnya.

Masih dalam cerita polisi, berkaitan dengan kronologis, mengingat korban yang bertempat tinggal jauh dari masyarakat dan hidup sendirian, diduga korban meninggalnya tercebur dalam kubangan air tersebut dan tidak ada yang mengetahuinya.

Belum diketahui pasti apakah korban ada memiliki riwayat sakit atau tidak, dikarenakan pihak keluarga pun juga jarang berkomunikasi dengan korban.

“Dari pihak penyidik dan tim Inafis sudah menyampaikan kepada pihak keluarga korban, bahwa untuk mengetahui penyebab korban meninggal, pihak Rumah Sakit berencana melakukan autopsi jenazah. Namun pihak keluarga menolak dan kemudian membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi, dan pihak keluarga sudah rela menerima atas musibah tersebut,” tutupnya.

Reporter : Wahyu
Editor     : Ahmad MT

[feed_them_social cpt_id=57496]