JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Yayasan Lembaga Konsumen (YLK), menganjurkan seluruh umat Islam serta milenial Indonesia untuk menyaksikan penayangan film pengkhianatan G-30-S/PKI. Hal ini tentunya sejalan dengan anjuran Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat K.H. Muhyidin Junaidi beberapa waktu lalu.
“Hal ini supaya seluruh bangsa Indonesia paham dan mengerti bagaimana sejarah bangsanya di masa lalu,” jelas Ketua ICMI Muda Kalsel Tubagus Wikadi, melalui keterangan persnya, Rabu (29/09/2021).
Apalagi menurut Tubagus, kalau sebuah bangsa tidak paham tentang sejarahnya, akan mengalami disorientasi dan kegelapan arah masa depan.
“Bangsa yang besar dan berdaulat adalah bangsa yang menghargai dan menjaga sejarah negaranya,” katanya.
“Sejarah sebuah bangsa adalah cerminan dari indentitas kepribadian bangsa dan rakyatnya,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua YLK Kalsel Dr. A. Murjani menambahkan, di film G-30-S/PKI, masyarakat bisa melihat sisi positif dan negatif yang terekam jelas secara faktual.
“Generasi muda harus mengerti dan paham betul sejarah bangsanya, agar mereka tidak kehilangan jati diri di tengah pergulatan dunia yang semakin dahsyat,” ungkapnya.
Menurut Dr. A. Murjani, komunis adalah paham antiagama dan antipancasila.
“Sila utama adalah Ketuhanan yang Maha Esa, sila inilah yang menjiwai semua sila yang ada dalam Pancasila,” tegasnya.














