JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kembali ditetapkannya Kota Banjarmasin pada Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Level 4 hingga 2 pekan ke depan, membuat Wali Kota Ibnu Sina protes, lantaran menurutnya semua indikator untuk penurunan PPKM telah dipenuhi.
Bahkan sebelumnya pada Senin lalu (27/09/2021), Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, juga mengumumkan Banjarmasin berstatus PPKM Level II.
“Sebelumnya disebut pak menteri juga, Banjarmasin itu di level 2, harusnya pada hari ini kita paling tidak di level 3, karena seluruh indikator, baik yang utama dan tambahan sudah kita penuhi, nanun kenapa jadi level 4 lagi, saya kaget juga tadi malam,” ungkap Ibnu kepada para awak media usai mengikuti peringatan HUT ke-76 TNI di Mako Pangkalan TNI Angkatan Laut Banjarmasin, Selasa (05/10/2021).
Bahkan ia menegaskan, dari semua indikator seperti capaian vaksin, Kota Banjarmasin sudah berada di sekitar 50,35%, tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Selatan.
Kemudian, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit yang masih 4%, dan kasus perawatan mingguan 2,5%/100 ribu penduduk (level 1), dan monitor testing sekitar 209,6%.
“Kalu kita buka data kabupaten lain, seperti capaian vaksin, jauh di bawah kita, tapi mengapa mereka bisa di level 3, itu bingungnya kita,” beber Ibnu.
Namun ia mengakui, capaian vaksin lansia masih rendah, hanya sekitar 25% dari target pemerintah pusat sebesar 40%. Tapi angka tersebut tegas Ibnu masih lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya yang sudah berstatus level 3.
“Kasian masyarakat kita kalau terus level 4. Kita mau terbang ke mana harus mengeluarkan biaya lebih. Intinya saya protes sama pak menteri,” kesalnya.
Diketahui, Banjarmasin menjadi satu-satunya daerah di Kalsel yang masih berada di level 4. Sedangkan di tempat lainnya ada Kabupaten Pidi di Provinsi Aceh, Kabupaten Bangka di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bulungan dan Tarakan di Provinsi Kaltim.














