JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Menurut keterangan ayahnya, warga, dan juga anak laki-lakinya, RR (28) sejak tadi malam sudah tak kelihatan keluar rumah. Setelah diperiksa, ternyata pria itu dalam posisi tergantung di seutas tali.
RR adalah seorang warga Jalan A. Yani Km 7 Gang Barunai RT 03 Kelurahan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, yang diduga bunuh diri, Jumat (15/4/2022) siang.
Hal ini diketahui setelah kerabat dan warga di sana mendapati RR sudah tak bernyawa dengan posisi leher terikat dan menggantung di langit-langit rumah.
Ayah RR, Abdul Gafar (55) mengatakan, ia baru mengetahui hal tersebut, setelah mendapat kabar dari keluarganya.
“Saat datang ke rumahnya, saya lihat dia sudah diturunkan dari tali,” ujar Gafar.
Ia cukup lama tak bertemu dengan RR, karena kesibukan masing-masing.
“Sekitar setengah bulan lalu ada ke rumah, sama istrinya, cuma berkunjung biasa sih, setelahnya nggak ada lagi,” beber Gafar.
Hati kecilnya sempat menggumam, kenapa anaknya itu tak kunjung menengoknya.
“Kemudian hari ini entah kenapa saya agak berat mau pergi bekerja ke daerah Sungai Rangas di Martapura Barat sana, karena puasa dan nanggung juga mau Salat Jumat,” tutur Gafar.
Sebelumnya, sekitar tiga hari yang lalu, istri RR sempat mampir ke rumah orang tuanya di kawasan Pemurus.
Saat itu, istri RR yang berinisial R, meminta Gafar untuk mengantarnya pulang setelah berkunjung di rumah kerabat yang juga berada di kawasan Pemurus.
“Saat itu, dia dalam kondisi terluka di bagian tangan, tapi kata dia itu karena tergores kaca,” kata Gafar.
Hingga saat ini, keberadaan R atau masih tidak diketahui dan tak bisa juga dihubungi.
Beredar pula kabar jika sebelumnya R sempat terjadi cekcok mulut dengan seseorang.
“Kalau itu saya kurang tahu, dengan istrinya sekalipun saya juga kurang tahu, urusan rumah tangga anak, yang namanya bertengkar wajar saja, bertengkar sedikit nanti baikan lagi,” paparnya
Ia hanya berharap semoga ada penyelesaian yang baik antara R dengan pihaknya. Karena bagi Gafar, saat anaknya memutuskan menikah dengan R 6 bulan silam, dalam niatan yang baik.
RR sendiri diketahui pernah menikah dengan seorang perempuan di Jakarta dan memiliki seorang anak.
Setelah bercerai dari wanita itu, ia kemudian menikahi R secara siri.
Setelah anggota Polisi Sektor Kertak Hanyar melakukan olah TKP, jenazah RR kemudian dievakuasi ke Instalasi Pemulasaraan RSUD Ulin untuk dilakukan visum et repertum.
Kapolsek Kertak Hanyar Iptu Agung Kristanto S.H. melalui Kepala Unit Reskrim Ipda Bambang Watno, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.
“Masih kami dalami, menunggu hasil dari medis juga. Sementara yang kami temukan di lokasi ada seutas tali, di mana RR ini tergantung dengan tali tersebut sebelum ditemukan warga,” tutupnya. (Adt)














