Tips Bermedsos: Benganga Dahulu Sebelum Bapandir

Etika Bermedsos
Ketua Forkom Premisia M. Alisyahbana (kiri), Pegiat Budaya Fadil Wirawan (tengah), Sistia Raisanty. Foto : Ist

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tingginya penggunaaan media sosial sebagai alat komunikasi sehari-hari, mendapat perhatian 3 pemuda yang tergabung di Forum komunikasi Pemikir Muda Islam Indonesia (Forkom Premisia).

Menurut Ketua Forkom Premisia M. Alisyahbana, terkadang dalam menggunakan media sosial, penggunanya bisa terkotakkan bersama orang-orang yang satu pemahaman.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Derasnya media sosial cenderung membuat benturan-benturan secara tak langsung, seperti berbedanya pilihan alias tak sependapat,” ucapnya di sela diskusi ringan di salah satu kafe di Banjarmasin, belum lama tadi.

Tokoh muda Banjar ini juga menambahkan, sangat diperlukannya etika dalam bermedia sosial, agar tidak menimbulkan salah sangka.

Saran ini juga diamini oleh Sistia Raisanty, pembawa acara berita TVRI.

“Menurut ulun, contoh kecil dari beretika di medsos yaitu dengan setiap kali menyebarkan atau memposting, haruslah diberikan keterangan yang jelas agar tidak terjadi multitafsir,” ucap perempuan muda tersebut.

Ditambahkan Fadil Wirawan, sebagai pegiat budaya, menurutnya orang Banua sudah diajarkan beretika dalam kehidupan sehari hari, yang harusnya bisa dibawa dalam bermedia sosial.

“Kan ada peribahasa benganga dahulu sebelum bapandir,” ucapnya.

Jadi menurutnya, sebelum menyebarkan ataupun memposting sesuatu, agar teliti terlebih dahulu.

Dalam diskusi ini juga mengemuka atas penyebab tingginya pengguna media sosial akhir belakangan ini, yang di antaranya akibat penurunan tingkat kepercayaan seseorang terhadap lingkungan sekitar.

Karena dalam beberapa kasus kriminalitas, para pelaku ternyata adalah orang yang dekat dengan korban, sehingga banyak yang memilih berinteraksi via media sosial.

(Adit/Ihsan/AhmadMT)

[feed_them_social cpt_id=57496]