Harga LPG Nonsubsidi Turun, Hiswana Kalsel: Belum Ada Lonjakan Permintaan

Bright Gas isi 12 kg di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) (Foto : Pertamina)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dampak turunnya harga minyak dunia membuat harga elpiji nonsubsidi 5,5 kg dan 12 kg mengalami penurunan. Hal ini membuat Pertamina melakukan penyesuaian.

Untuk LPG 5,5 kg terjadi penurunan sebesar Rp3.580,00, sedangkan yang 12 kg turun sebesar Rp8.254,72.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Info dari Pertamina memang telah menurunkan harga elpiji nonsubsidi,” ungkap Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas Kalimantan Selatan Hj. Muliana Yuniar, saat didampingi Wakilnya H. Irfani, di kantornya, di kawasan Belitung, Rabu (26/7/20223).

Ketua Hiswana Migas Kalsel Hj Muliana Yuniar (Kanan) bersama  Wakilnya H.M Irfani

Dengan ini, lanjut Hj. Muliana Yuniar, harga elpiji 5,5 kg dari semula Rp107 ribu menjadi Rp103 ribu, dan 12 kg dari Rp223 ribu jadi Rp214 ribu.

“Meski harga turun, namun penjualan masih tetap normal, tidak ada aksi borong di masyarakat dan peningkatan penjualan,” katanya.

Sementara untuk kebutuhan elpiji nonsubsidi di Kalimantan Selatan saat ini, terealisasi rata-rata 67.340 metrik ton per hari.

Kemudian terkait harga elpiji bersubsidi, Hj. Muliana Yuniar menegaskan tidak terjadi penurunan harga, karena sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kalau harga elpiji bersubsidi tidak terjadi perubahan, masih tetap sesuai HET Rp18.500,00/tabung,” tandasnya.

(Ian/Achmad MT)

[feed_them_social cpt_id=57496]