JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH BUMBU – Ketua Yayasan H. Maming Syafruddin H. Maming, menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Guru Hatim Salman bin Salman Jalil. Pimpinan Ma’had Aly Darussalam dan pengajar ilmu fikih ini wafat pada Ahad (22/10/2023) sebelum Magrib di usia 65 tahun, di RSUD Ratu Zalecha Martapura.
Almarhum sempat dirawat di ICU sebelum berpulang. Kabar duka itu ia terima dari istri almarhum melalui sambungan telepon.
“Nak, abah sudah tidak ada,” kata pria yang akrab disapa Cuncung itu menirukan ucapan istri almarhum.
Di mata Cuncung, sosok almarhum merupakan orang tua yang senantiasa memberikan nasihat. Baik itu melalui pemikiran dan contoh teladan.
Guru Hatim Salman dan Cuncung memang akrab sejak lama. Keduanya seperti orang tua dan anak.
Beberapa hari sebelum wafat, Cuncung sempat bertemu dan ziarah bersama ke makam ayahandanya, H. Maming bin Rahing di Jalan Cappa Padang, Batulicin.
“Kamis pagi beliau di Batulicin, berziarah ke makam ayahanda kami, H. Maming bin Rahing bersama istri dan rombongan,” tambah Bendahara Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kalimantan Selatan tersebut.
Kepergian Guru Hatim Salman tentu meningalkan kesedihan yang mendalam.
Kata Cuncung, almarhum dikenal sebagai sosok yang tegas namun lemah lembut dan penyayang.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan hari ini, Senin (23/10/2023), saat azan Zuhur di Alkah Muhibbin 1 Gang Madrasah.














