Resapan Air di Banjarmasin Berkurang, DLH Usulkan Pembangunan Situ hingga Aturan Rumah Panggung

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dalam rangka menyusun pola pembanguan yang berkelanjutan di Kota Banjarmasin, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), bersama akademisi dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

KLHS ini merupakan salah satu instrumen untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan, yang mampu memberikan rekomendasi pertimbangan lingkungan pada tingkatan pengambilan keputusan yang bersifat strategis, yakni pada arah kebijakan, rencana, dan program pembangunan.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Hadir langsung pada kegiatan ini Kepala DLH Alive Yoesfah Love, yang mengingatkan pentingnya kegiatan ini, hingga perlu keseriusan semua pihak untuk bersama-sama dibahas, hingga dapat disinkronisasi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) Tahun 2025 – 2045.

“Tanpa adanya data dukung yang dibutuhkan dari dinas terkait, nantinya untuk mengambil keputusan akan terjadi bias. Semoga dinas terkait yang masih belum menyerahkan data yang kami minta dapat segera dilengkapi,” ungkapnya kepada para awak media di sela kegiatan pada salah satu hotel, Rabu (8/11/23).

Kadis LH Banjarmasin (deapan)

Karena menurutnya, masih ada beberapa SKPD yang belum menyerahkan data yang diminta.

“Semoga dalam waktu dekat dapat dilengkapi,” tuturnya.

Apalagi menurutnya, kajian ini merumuskan apa saja yang dapat dilakukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Misalnya saat ini resapan air di kota kita sudah minim, lalu bagaimana menyikapinya, apakah kita perlu membuat embung atau situ penampungan air, atau juga pembangunan dengan sistem panggung atau seperti apa, di sini kita rumuskan sama-sama,” pungkasnya. (Ih/Achmad MT)

[feed_them_social cpt_id=57496]