Refleksi Akhir Tahun Forum Intelektual Muslim Banua: Palestina Jadi Perhatian Utama 

Forum Intelektual Muslim Banua saat melakulan pertemuan

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Jelang pergantian tahun, Forum Intelektual Muslim Banua berkumpul di sebuah hotel di Banjarmasin, Ahad (24/12/2023). Masalah Palestina menjadi perhatian utama para ulama dan tokoh Banua yang berhadir.

Menurut Guru Besar Ilmu Hukum Prof. Dr. H. Mispansyah, M.H., menyorot permasalahan Palestina dari sisi hukum internasional.

“Ternyata sulit juga menindak dengan hukum internasional, karena kalau mau negaranya yang diadili, ada Amerika yang selalu memveto menjadi penyokong Israel,” tegasnya saat menyampaikan materi.

Jika individu yang ingin diadili, seperti perdana menteri atau panglima perangnya. Ternyata tidak bisa juga, karena Israel tidak meratifikasi statuta Roma yang bisa menghukum penjahat perang.

“Kami sendiri, melalui komunitas sarjana hukum muslim, pernah melaporkan ke Mahkamah Internasional di Den Haag, ternyata juga tidak ditanggapi,” ujarnya.

Meski demikian ujar Prof. Mispansyah, setidaknya hal itu menunjukkan kepedulian pada saudara-saudara di Palestina.

Selanjutnya, Pembina Himpunan Intelektual Muslim Indonesia Pusat Dr Arim Nasim menjelaskan, umat Islam sebenarnya umat yang terbaik. Ia pun mengutip surah Ali Imran ayat 110.

“Namun melihat kondisi hari ini, umat terpuruk dan mengalami nestapa di mana-mana, seperti saudara kita di Palestina, Rohingya, dan Uighur, tentu ada problem,” ungkapnya.

Lantas bagaimana caranya mendudukkan umat Islam pada posisi mulianya, Guru Wahyudi Ibnu Yusuf pembicara berikutnya, mengutip perkataan Imam Malik, guru dari Imam Syafi’i.

“Tidaklah akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang telah membuat baik generasi awalnya, ” kutipnya.

Artinya ujar Guru Wahyudi, dalam berjuang pun harus meneladani bagaimana perjuangan yang dilakukan Rasulullah saw. dan para sahabatnya.