JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Kebanyakan masyarakat desa di Kabupaten Barito Kuala (Batola), mengeluhkan rusaknya jalan, serta kurang lancarnya penyaluran pupuk untuk pertanian.
Setidaknya keluhan ini terungkap, saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Siti Noortita Ayu Febria Roosani, melaksanakan reses di 10 titik (menyerap aspirasi masyarakat) beberapa waktu yang lalu.
10 titik tersebut diantaranya, Desa Anjir Muara, Tamban Raya Baru, Desa Tinggiran Luar, Kolam Kiri, Tamban Muara, Pendalaman Baru, dan desa Bagagap.
Ia pun bertekad memperjuangkan hasil reses ini.
“Aspirasi masyarakat ini akan dipilah-pilah terlebih dahulu, untuk menyesuaikan yang mana saja kewenangan pemerintah provinsi, dan yang mana kewenangan pemerintah kabupaten,” jelas anggota fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya ini.
Di kesempatan reses ini, warga juga mengharapkan perhatian pemerintah, agar bisa mendorong lebih banyak lagi generasi muda untuk peduli dengan budaya daerah, sehingga bisa terus lestari di kemudian hari.
“Hasil reses kali ini akan kita bawa ke Pemerintah Kabupaten Barito Kuala agar ditindaklanjuti. Begitu juga persoalan yang terkait provinsi, akan diserahkan melalui DPRD Kalsel, agar segera ditindaklanjuti, karena sudah menjadi kepentingan orang banyak,” pungkasnya.
Editor : Ahmad MT














