Pimpin Apel, Machli: Saya Malu Jika Masih Banyak Pengemis

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Machli Riyadi saat memimpin Apel

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Machli Riyadi, memimpin apel upacara yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarmasin, di Halaman Balai Kota, Senin (01/04/2024).

Turut hadir sejumlah unsur pimpinan dan pejabat satuan kerja perangkat daerah. Pada kesempatan itu, Machli menekankan pentingnya mengubah paradigma pelayanan publik.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Tugas kita sebagai ASN itu adalah melayani masyarakat. Jadi, keliru kalau kita yang minta untuk dilayani oleh masyarakat. Jadi sekadar mengingatkan, bahwa tugas kita mulai dari wali kota, pejabat, sampai seluruh staf itu memiliki tugas adalah melayani masyarakat,” ujarnya.

Menurut Machli, perubahan ini sudah dimulai sejak era reformasi. Ia juga mengapresiasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang telah memberikan pelayanan kepada beberapa masjid untuk pengisian tandon air. Hal tersebut, kata Machli, merupakan bukti nyata pelayanan kepada masyarakat.

“Sebagai aparat pemerintah itu harus hadir di tengah-tengah masyarakat, jangan sampai ada persoalan masyarakat, atau kebutuhan masyarakat kita tidak tahu menahu. Jadi, itulah fungsi kita sebagai abdi negara. Karena ASN itu digaji oleh uang rakyat, ya tugas kita kembali, melayani kebutuhan masyarakat. Bagi yang bekerja di puskesmas, di rumah sakit, obat yang dipakai ya obat pemerintah, tapi tidak ada alasan untuk tidak melayani orang,” tegasnya.

Selain itu, Machli juga menyoroti masalah pengemis. Menurutnya, kota maju adalah yang tidak memiliki pengemis di jalanan. Ia menekankan pentingnya melaksanakan peraturan daerah yang melarang memberi uang kepada pengemis di lampu merah.

“Justru ketika kita memberinya uang, sama saja kita memelihara dan terus membiarkan mereka hidup di jalanan untuk mengemis. Di Banjarmasin ini kalau ada pengemis itu paling sedikit diberi Rp5.000,00, Rp10.000,00, dan Rp2.000,00. Tapi, kalau di daerah lain, di Jakarta, Jogja, itu paling uang-uang koin yang dikasihkan, Rp100,00 atau Rp200,00,” ungkapnya.

Lantas, Machli pun mengajak kepada seluruh ASN untuk meningkatkan martabat Kota Banjarmasin dengan menghilangkan pengemis dan manusia perak dari jalanan.

“Mari kita buat Kota Banjarmasin menjadi lebih nyaman dan lebih bermartabat. Karena jujur saja, saya malu jika masih banyak pengemis dan pengamen di lampu merah,” ucapnya.

Kemudian, Machli juga mengingatkan jika ditemukan pelanggaran yang dapat mengganggu ketertiban, agar dapat melaporkannya kepada Satpol PP.

“Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi warga,” pungkasnya.

[feed_them_social cpt_id=57496]