Progres Pembangunan Jembatan Gantung Pulau Bromo Capai 92%

Pulau Bromo
Tampak pembangunan Jembatan Pulau Bromo yang ditargetkan sebelum akhir desember telah selesai

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Progres pembangunan Jembatan Pulau Bromo di Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, hingga awal Desember ini telah memasuki tahap pengerjaan lantai jembatan gantung.

Jembatan gantung dibangun sepanjang 168 meter dengan lebar 2 meter, yang menelan biaya sekitar Rp40 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pemerintah Kota Banjarmasin optimis pengerjaan ini dapat selesai hingga akhir masa kontrak.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Sampai hari ini progresnya kurang lebih 92%. Kontrak kita berakhir 30 Desember, namun kita targetkan 23 Desember dapat selesai,” ungkap Mustafa, Manajer Pelaksana Proyek Pembangunan Jembatan Gantung Pulau Bromo kepada para awak media di lokasi pengerjaan, Selasa (01/12/2020).

Ditambahkan Mustafa, selain lantai jembatan gantung, juga dilakukan pengerjaan pagar hingga pengecoran di taman ruang terbuka hijau dan lainnya.

“Termasuk dalam minggu ini kita akan lakukan pengerjaan pemasangan penangkal petir, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan pada kondisi hujan,” tambahnya.

Walaupun cuaca di akhir belakangan ini tidak dapat diprediksi, pihaknya tetap optimis akhir Desember ini dapat diselesaikan.

“Pengerjaan utama sudah semua, tinggal pengerjaan yang kecil-kecil. InsyaAllah selesai sesuai target,” papar Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika, saat ditemui di balai kota, Senin (30/11/2020).

Windiasti Kartika, Plt Kadis PUPR Kota Banjarmasin

Jembatan Gantung Bromo, akan menjadi salah satu destinasi wisata, karena di kedua ujungnya dibangun ruang terbuka hijau dengan desain yang indah dan menarik. Jembatan ini direncanakan diresmikan bersama beberapa jembatan lainnya di Kota Banjarmasin.

Jembatan Gantung Bromo akan menjadi akses utama ribuan warga Pulau Bromo, yang selama ini dipisah oleh Sungai Martapura. Selama itu pula, mereka mengandalkan transportasi sungai untuk menyeberang ke daratan Kota Banjarmasin.

Editor : Ahmad MT

[feed_them_social cpt_id=57496]