Bundaran Kayutangi Semakin Padat Kendaraan Bermotor, FKPWK Sarankan Pemasangan Lampu Lalu Lintas

Ketua Umum FKPWK, Rahmad Fadilah Bersama Jajaran Pantau bundaran kayu tangi (Ian)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Akibat sering terjadinya kepadatan arus lalu lintas di Bundaran Kayutangi, terlebih pada saat orang berangkat kerja dan mengantar anak sekolah, mendapat reaksi dari Ketua Umum Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Rahmad Fadilah beserta jajaran, yang menilai penutup jalan di kawasan tersebut sebagai pemicu.

Ia pun meminta pihak terkait untuk bisa segera menyelesaikan persoalan ini, karena sudah berlangsung cukup lama, sehingga banyak masyarakat merasa dirugikan.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Kami sebagai warga mengira penutupan ini karena adanya pembangunan Jembatan Sei Alalak dan untuk membantu arus lalu lintas dari HKSN, namun setelah selesai jembatan, penutup tersebut masih terpasang dan terkesan tidak ada yang menghiraukan,” ujar Rahmad, Kamis (3/10/2024).

“Sekarang yang kita pertanyakan siapa yang berkompeten dan bertanggung jawab dalam hal pengaturan ini,” sambungnya.

Rahmad juga menegaskan, kalau misalnya penutup jalan tersebut tidak bisa dibuka, pihaknya menyarankan untuk dipasang lampu lalu lintas seperti halnya di Bundaran Kilometer 17.

“Apa gunanya bikin jembatan dengan nilai mahal tapi bikin masyarakat merasakan kemacetan yang luar biasa. Pagi jam kerja macet, sore juga macetnya luar biasa, masyarakat mau mengeluhnya ke mana. Kalau didiamkan semua tidak ada yang bertanggungjawab,” ungkapnya.

Rahmad berharap kepada pihak yang berkompeten untuk segera mendengarkan keluhan dari masyarakat dan menindaklanjutinya.

“Kami dari FKPWK berharap dan meminta bagaimana caranya rekayasa lalu lintas yang ada di sini bisa memudahkan,” imbuhnya.

Ketua Harian FKPWK Dr. Akhmad Murjani menambahkan, bahwa rekayasa tersebut sangatlah penting, untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.

“Kita memberikan saran supaya Dinas Perhubungan, Direktorat Lalu Lintas, dan yang bertanggung jawab dengan jalan provinsi ini, untuk duduk bersama menyatukan persepsi, agar menemukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan guna mengurai kemacetan tersebut,” bebernya.

Murjani pun berharap solusi dari pihak terkait bisa segera dilakukan, agar apa yang diinginkan hajat hidup orang banyak bisa terpenuhi.

(Ian/Achmad M)

[feed_them_social cpt_id=57496]