Festival Bamboo Rafting HSS 2025 Resmi Ditutup, Raih Penghargaan KEN Nasional

Wabup HSS menerima penghargaan KEN 2025. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Dalam suasana yang semarak dan penuh antusiasme masyarakat, Festival Bamboo Rafting Hulu Sungai Selatan (HSS) 2025 resmi ditutup, dalam acara puncak yang digelar di Lapangan Lambung Mangkurat, Kandangan, Sabtu (21/6/2025) malam.

Festival yang berlangsung sejak 17 hingga 21 Juni ini berhasil memadukan kekayaan budaya lokal, promosi pariwisata, dan semangat kebersamaan masyarakat Banua.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Penutupan dilakukan oleh Wakil Bupati HSS, H. Suriani, mewakili Bupati H. Syafrudin Noor, bersama sejumlah tokoh penting, seperti Ketua TP PKK Hj. Tata Syafrudin Noor, Ketua GOW Hj. Misnawati Suriani, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua Komisi III DPRD HSS, perwakilan Kemenkumham, Kepala Disporapar, serta tamu undangan lainnya.

Pada malam penutupan, Pemerintah Kabupaten HSS menerima Piagam Penghargaan Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf).

Piagam diserahkan langsung kepada Wabup H. Suriani sebagai bentuk apresiasi atas penyelenggaraan event budaya daerah yang berkualitas dan berdampak luas.

Program KEN 2025 merupakan inisiatif nasional Kemenparekraf yang menyeleksi 110 event unggulan dari seluruh Indonesia, dengan tujuan meningkatkan daya saing dan positioning event daerah secara nasional hingga internasional.

Dalam sambutannya, Wabup H. Suriani menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran festival, mulai dari panitia, seniman, pelaku UMKM, relawan, hingga masyarakat umum.

“Festival Bamboo Rafting bukan sekadar tontonan budaya. Ini adalah simbol persatuan, bentuk syukur atas kekayaan lokal, dan momentum untuk memperkenalkan HSS ke mata dunia. Kami berharap ke depan festival ini semakin berkembang dari sisi konten, anggaran, dan promosi,” tegasnya.

Festival ini tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan hiburan rakyat, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Selama lima hari penyelenggaraan, ribuan pengunjung hadir menikmati pertunjukan seni, lomba-lomba tradisional, bazar UMKM, hingga atraksi bamboo rafting yang menjadi ikon khas HSS.

Tingginya antusiasme menunjukkan bahwa HSS memiliki potensi kuat sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Selatan. Semangat gotong royong, kecintaan terhadap budaya, dan kebanggaan terhadap identitas lokal menjadi energi utama kesuksesan festival ini.

(Uck/Ang)

[feed_them_social cpt_id=57496]