Lika-Liku Munawwar Rayyan, dari Putus Kuliah hingga Kini Kembangkan Terang Bulan Premium Golden Galuh Kandangan

Munawar Rayyan (kanan) saat bersiap membuat terang bulan ketika baru membuka tokonya.

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Hidup itu penuh perjuangan. Merintis sukses pun tak bisa instan. Begitu lah yang dirasakan Munawar Rayyan, pemilik Golden Galuh, terang bulan premium di Kecamatan Kandangan. Sempat putus kuliah, menggojek, menggitar antarkafe, akhirnya dirinya stabil menjalankan usaha, menjadi salah satu tujuan favorit pelanggan.

Saat dikunjungi, tokonya baru separuh buka, dari luar terdengar alat pengadon yang mengaung. Belum juga beroperasi, satu per satu warga tetap berdatangan, menanyakan apakah sudah bisa memesan.

[feed_them_social cpt_id=59908]
Para pelanggan saat memilih menu yang ingin dibeli.

Gerak cepat setelah baru saja makan siang, Rayyan menyanggupi pesanan tersebut, meminta menunggu sebentar guna segera membuat terang bulan.

Begitulah suasana tempat usahanya, di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 17 Tibung Raya, tepatnya di seberang Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah Hulu Sungai Selatan.

Tak terasa selama 3 tahun, kini telah meluas sampai 4 cabang, dengan satu cabang baru bersiap dibuka di kawasan Cemara Banjarmasin. Sebelumnya ada di Gambah Kandangan, kemudian di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tapin, dan Kota Banjarbaru.

“Sebelumnya waktu masih tinggal di Banjarmasin belum ketemu caranya membuat terang bulan ini, selalu gagal. Akhirnya ketika menetap di Kandangan mendapat rezeki dari Allah Swt., ketemu cara dan resep yang pas,” ungkapnya kepada jurnalkalimantan.com, Senin (23/6/2025).

Ya, perjuangan belajar membuat terang bulan ini membutuhkan waktu lama bagi Rayyan, belum lagi pengorbanan tepung yang terbuang, hingga sampai 30 kali percobaan.

Akhirnya ketika hampir putus asa dan mau menyerah, tekniknya pun ia temukan, dengan kuncinya ada di pengapian.

“Jadi membuat ini awalnya memang suka terang bulan, lalu kemudian belajar dari YouTube hingga bisa sampai sekarang,” ucapnya.

Ia pun kini memperkerjakan 4 pemuda, bertahap mengenalkan lika-liku dunia usaha. Di tahap awal, semuanya diminta menguatkan mental terlebih dahulu, agar tidak mudah jatuh ketika merintis usaha.

“Baru bekerja ini tidak bisa langsung instan saya mengajarkan membuat terang bulan, menyiapkan mental mereka terlebih dahulu,” tegas Rayyan.

Ia pun berencana untuk terus membuat inovasi-inovasi baru, agar nantinya bisa terus bertahan. Kini, terang bulannya telah dikenal banyak orang, karena selain tebal dan lembut, juga dirasa harum serta tahan lebih lama.

(AM)

[feed_them_social cpt_id=57496]