RSUD H. Hasan Basry Kandangan Raih Diamond Status WSO, Pertama di Kalimantan

Bupati HSS (kiri) saat menerima aimbolis penghargaan. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Kabar membanggakan datang dari RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Rumah sakit kebanggaan masyarakat Hulu Sungai Selatan (HSS) ini berhasil menjadi rumah sakit pemerintah pertama di Kalimantan yang meraih Penghargaan Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO) melalui program Angels Initiative Consultant.

Capaian ini merupakan buah dari semangat, dedikasi, dan kerja keras seluruh tenaga medis.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Dari seluruh rumah sakit di Indonesia, hanya ada 19 RS yang berhasil mendapatkan Diamond Status, dan salah satunya adalah RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan WSO Indonesia, dr. Fransisca, dalam acara Seminar dan Workshop Update Klinikal Kegawatdaruratan Serebrovaskular Stroke, yang dibuka secara resmi oleh Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, didampingi Wakilnya H. Suriani, Sekda Drs. H. Muhammad Noor dan Direktur RSUD, Kepala Dinas Kesehatan, serta 100 peserta seminar yang berlangsung selama dua hari.

Dalam sambutannya, Bupati HSS mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini.

“Hari ini merupakan momen yang sangat istimewa bagi Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kita menerima WSO Angels Award Q2 Tahun 2025 dengan predikat Diamond Status dalam kategori Excellence in Stroke Patient Care. Sebuah penghargaan bergengsi yang menunjukkan bahwa pelayanan penanganan pasien stroke di daerah kita telah mencapai standar internasional tertinggi,” ucapnya, Selasa (19/8/25).

Bupati menegaskan, penghargaan ini adalah bukti nyata dedikasi seluruh jajaran RSUD H. Hasan Basry, mulai dari dokter, perawat, hingga tim pendukung yang bekerja tanpa kenal lelah demi keselamatan pasien.

Beliau menjelaskan, Diamond Status merupakan level tertinggi dalam pelayanan stroke. Artinya, RSUD H. Hasan Basry telah memenuhi standar global, mulai dari kecepatan penanganan pasien (door to needle time), kelengkapan fasilitas, hingga kepatuhan terhadap protokol medis internasional.

Namun, menurut Bupati, pencapaian ini bukan akhir.

“Penghargaan Diamond Status ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah titik awal yang lebih tinggi. Tantangan ke depan adalah bagaimana kita mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas layanan agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan terselamatkan dari risiko stroke,” ujarnya.

Selain penyerahan penghargaan, acara juga diisi dengan Workshop Update Klinikal Kegawatdaruratan Stroke, yang penting untuk menambah ilmu dan keterampilan tenaga medis agar semakin siap menangani pasien stroke dengan cepat dan tepat.

“Sebagaimana kita ketahui, stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui workshop ini sangatlah penting agar angka kematian dan kecacatan akibat stroke dapat ditekan,” jelas Bupati.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus bersatu dan bekerja sama.

“Mari kita satukan SEMANGAT dalam kebersamaan untuk membangun desa menata kota, demi mewujudkan Hulu Sungai Selatan yang sejahtera, mandiri, agamis, mengayomi, dan berteknologi (SEMANGAT),” pungkasnya.

(Uck/Ang)

[feed_them_social cpt_id=57496]