JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Lonjakan kebutuhan air bersih diprediksi meningkat tajam saat Momen 5 Rajab 1447 Hijriah di Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar. Menghadapi kondisi tersebut, PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar melakukan penguatan menyeluruh pada sistem produksi dan distribusi, agar pelayanan kepada jemaah tetap terjaga.
Momentum 5 Rajab yang bertepatan dengan Rutinan Malam Senin Sekumpul setiap tahun, menjadi salah satu periode dengan tingkat konsumsi air tertinggi. Kebutuhan air tidak hanya untuk wudu, tetapi juga menopang operasional dapur umum dan fasilitas pendukung lainnya.
Direktur Utama PTAM Intan Banjar Syaiful Anwar melalui Kepala Bagian Produksi Akhmad Yani menyampaikan, peningkatan kapasitas produksi air telah dilakukan, sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak kegiatan keagamaan tersebut.
“Menjelang 5 Rajab, produksi air kami tingkatkan, karena selalu terjadi kenaikan pemakaian yang cukup signifikan setiap tahunnya,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Untuk menjaga tekanan air tetap stabil, PTAM Intan Banjar juga melakukan penyesuaian kapasitas pompa di sejumlah zona layanan. Pemeriksaan dan uji tekanan dilakukan di seluruh titik wudu yang disiapkan bagi jemaah.
“H-2 pelaksanaan, semua titik wudu sudah kami pastikan dalam kondisi aman, termasuk tekanan air hingga ke ujung jaringan,” jelas Yani.
Di sisi distribusi, Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi Bayu Cipta Setia Bisma mengatakan, pihaknya menyiapkan pasokan air bersih pada 41 titik tempat wudu dan 12 dapur umum yang tersebar di Martapura serta Banjarbaru.
“Semua titik tersebut terhubung langsung dengan jaringan PTAM, sehingga distribusi bisa lebih terkontrol,” katanya.
Untuk memperkuat tekanan di kawasan prioritas, pemasangan pipa tambahan berdiameter 150 milimeter di Jalan Sekumpul juga dirampungkan. Langkah ini difokuskan pada area dengan aktivitas jemaah tertinggi.
“Pipa tambahan kami pasang agar aliran air tetap lancar, terutama di dapur umum dan lokasi wudu,” terang Bayu.
Belajar dari pelaksanaan tahun sebelumnya yang sempat mengalami penurunan tekanan air akibat tingginya konsumsi, PTAM Intan Banjar memastikan sistem produksi dan distribusi kini telah dioptimalkan.
“Pada puncak 5 Rajab tahun lalu, kebutuhan air bisa mencapai sekitar 400 liter per detik. Tahun ini kami optimis kebutuhan tersebut bisa terpenuhi dengan aman,” ujarnya.
Selain itu, penggantian pompa juga dilakukan di Zona Martapura dan Zona BLK, guna meminimalkan potensi gangguan distribusi selama kegiatan berlangsung.
“Dengan optimalisasi jaringan dan penggantian pompa, distribusi air kami targetkan lebih stabil,” tambahnya.
PTAM Intan Banjar juga menyiapkan distribusi air menggunakan mobil tangki, namun hanya difungsikan sebelum hari pelaksanaan. Pada hari H, padatnya arus jemaah membuat mobilisasi tangki menjadi terbatas.
“Biasanya setelah hari H mobil tangki sulit bergerak. Bahkan ada instansi lain seperti pemadam kebakaran yang mengambil air langsung dari instalasi kami,” jelas Bayu.
Pihaknya pun mengimbau relawan dan pengelola dapur umum agar mengambil air bersih melalui sumber resmi PTAM, dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan petugas lapangan atau posko induk.
“Pengambilan air bisa dilakukan di instalasi Mentaos atau aerator kami, asalkan terdata dan berizin,” pungkasnya.
(Dyt/Ahmad M)














