JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengeluarkan peringatan dini, menyusul meningkatnya debit air di Bendungan Malutu yang telah melampaui batas normal.
Kondisi tersebut dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Loksado dalam beberapa waktu terakhir.
Hasil pemantauan BPBD menunjukkan kenaikan signifikan muka air sungai di wilayah hulu, khususnya Kecamatan Loksado.
Berdasarkan perhitungan waktu tempuh aliran air, BPBD memperkirakan dalam kurun waktu 5 hingga 6 jam ke depan, volume air akan mencapai wilayah Kandangan, Padang Batung, dan daerah sekitarnya, dengan potensi meluap ke bantaran Sungai Amandit.
Sejumlah dampak bencana telah dilaporkan terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut. Di antaranya tanah longsor di perbatasan Desa Lumpangi, area Kantor KUA yang terendam air, serta terputusnya Jembatan Datar Mangkung di Desa Tumingki.
Menindaklanjuti situasi tersebut, BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Warga diminta terus memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air sungai, serta bersiap melakukan evakuasi mandiri apabila diperlukan,” tulis Akun resmi BPBD HHS, Sabtu (27/12).
Selain itu, masyarakat juga diimbau mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, menghindari aktivitas di sekitar sungai, serta mengikuti arahan petugas BPBD dan aparat setempat.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD HSS telah menyiagakan personel dan peralatan tanggap darurat, termasuk perahu karet dan perlengkapan evakuasi. Pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan, dan BPBD berkomitmen menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.
(Uck/Ahmad M)














