JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Barito Kuala (Batola), gelar Diklat Vokasi Berbasis Kompetensi Tahap I Tahun 2021.
Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati (Wabup) H. Rahmadian Noor, sekaligus penanaman pohon penghijauan di depan gedung UPTD BLK Batola.
Terdapat 64 peserta dari 4 jurusan, masing-masing 16 orang dari kejuruan otomotif (servis sepeda motor konvensional), kejuruan teknologi informasi dan komunikasi (operator komputer dasar), kejuruan garmen (menjahit pakaian dengan mesin), dan kejuruan processing (pembuat roti dan kue).
Wabup sangat mengapresiasi program ini, sebagai sarana pelatihan kerja yang sangat berguna untuk memperkuat kompetensi kerja para peserta, agar meningkatkan dan mengembangkan kemampuan, produktivitas, serta kesejahteraan tenaga kerja.
Apalagi tambah wabup, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI telah menetapkan Nawa Kerja Ketenagakerjaan, di antaranya percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja dan prioritas 3R BLK (Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding).
Wabup menegaskan, kontribusi pembangunan ketenagakerjaan penting dan strategis terhadap pencapaian misi Pemerintah Kabupaten Batola, demi terwujudnya “Barito Kuala Satu Kata Satu Rasa, Membangun Desa Menata Kota, Menuju Masyarakat Sejahtera”.
Paket pelatihan institusional ini jelas wabup, sesuai dengan kondisi, potensi, kebutuhan zaman, serta pelestarian kearifan lokal, sehingga diharapkan mampu memberikan akses kepada para lulusan SD, SLTP, dan disabilitas tanpa adanya diskriminatif, yang bermuara pada sertifikasi dan kompetensi.
“Kedepan, pelatihan hendaknya juga menyentuh perkembangan teknologi informasi digital yang belakangan sudah semakin pesat,” harap wabup.
Kepala UPTD BLK Batola, Saminan menambahkan, Kemenaker RI pada akhir 2019 telah melengkapi peralatan dan komputer di BLK Batola, sebagai cikal bakal pengembangan kejuruan teknologi informasi komunikasi desain grafis muda.
Kejuruan ini lanjutnya, sesuai dengan kondisi, potensi, kebutuhan zaman serta pelestarian kearifan lokal.
Editor : Ahmad MT














