Bupati Bartim Dorong Hortikultura Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Bupati Barito Timur M. Yamin bersama Ketua TP PKK melakukan panen buah dan sayuran di Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur. (Foto : Mc Bartim)

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO TIMUR – Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus mendorong pengembangan sektor hortikultura sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat pedesaan, salah satunya ditunjukkan melalui kegiatan panen buah dan sayuran yang dilakukan langsung oleh Bupati Barito Timur M. Yamin bersama Ketua TP PKK Kabupaten Barito Timur Misnawaty M. Yamin di Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur, Sabtu (10/1/26).

Kegiatan panen dilakukan di dua lokasi berbeda milik warga setempat. Lokasi pertama berada di Jalan Simpang Mangkarap Desa Matabu, berupa lahan milik H. Yudi yang saat ini dikelola dengan sistem sewa dan ditanami buah melon.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Di lokasi kedua, tepatnya di RT 7 RW 3 Desa Matabu, Bupati dan rombongan melakukan panen di lahan milik Moh Noor yang ditanami berbagai jenis sayuran, seperti kangkung, pakcoy, sawi manis, dan kemangi.

Bupati M. Yamin menyampaikan bahwa hortikultura memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Selain relatif cepat panen, komoditas hortikultura juga memiliki nilai jual yang baik jika dikelola secara optimal dan didukung dengan akses pasar yang jelas.

“Hortikultura ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah daerah akan terus mendorong pembinaan, penyediaan sarana pendukung, serta membuka akses pasar agar hasil panen petani dapat terserap dengan baik,” ujar Yamin di sela-sela kegiatan.

Panen tersebut turut diikuti Kepala UPT Dusun Timur Erai Sairi, para petugas penyuluh lapangan (PPL), kru RA Nursery, serta mitra pembeli hasil panen, Udin, seorang tengkulak asal Kandangan yang selama ini menjalin kerja sama dengan petani setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara petani, penyuluh, dan pelaku pasar dalam pengembangan hortikultura.

Dari hasil panen kali ini, petani mengungkapkan bahwa produksi belum mencapai target optimal. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sebagian buah melon mengalami keretakan sehingga menurunkan kualitas dan produktivitas.

Selain itu, keterbatasan alat pertanian untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan hama penyakit tanaman (HPT) pada musim hujan juga menjadi tantangan utama.

Meski demikian, kegiatan panen bersama ini dinilai menjadi motivasi tersendiri bagi petani lokal. Pemerintah daerah menegaskan akan menjadikan hasil evaluasi lapangan tersebut sebagai dasar peningkatan dukungan, baik melalui pembinaan teknis, penyediaan peralatan, maupun penguatan sistem pemasaran.

Dengan pengembangan hortikultura yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Barito Timur berharap sektor ini dapat menjadi salah satu penopang utama ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.

(Mc Bartim/Ang)

[feed_them_social cpt_id=57496]