Pantau Kerja Bakti Sungai Lumbah, Wali Kota Banjarmasin Dorong Peran Aktif Masyarakat

Wali kota saat memantau langsung kerja bakti. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai sebagai upaya mencegah banjir.

Hal tersebut disampaikannya saat memantau langsung kegiatan gotong royong pembersihan Sungai Lumbah di Kompleks Mandastana IV Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Banjarmasin Timur, Jumat (23/1/2026).

[feed_them_social cpt_id=59908]

Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan warga setempat, Ketua RT dan RW, serta aparatur sipil negara perangkat daerah se-Kecamatan Banjarmasin Timur. Fokus kegiatan diarahkan pada pembersihan aliran sungai dan saluran drainase yang selama ini tersumbat sampah dan sedimentasi.

Menurut Yamin, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kelestarian sungai. Peran aktif masyarakat, khususnya Ketua RT yang mengetahui kondisi wilayah secara langsung, dinilai sangat menentukan keberhasilan penanganan genangan dan banjir.

“Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Keterlibatan masyarakat, RT, dan RW sangat penting, karena mereka yang paling memahami kondisi lingkungan di lapangan,” ujarnya.

Selain persoalan sampah dan sedimentasi, Wali Kota juga menyoroti keberadaan bangunan di atas sungai yang dinilai mengganggu aliran air. Ia menyebutkan, pemerintah telah melakukan sosialisasi, dan ke depan akan melakukan penertiban secara bertahap sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.

“Bangunan di atas sungai memang memberi kenyamanan bagi pemiliknya, tetapi dampaknya dirasakan masyarakat luas karena memicu genangan. Ini akan kita tindak lanjuti bersama dinas terkait dan Satpol PP,” tegasnya.

Dari hasil tinjauan lapangan, Yamin menilai kondisi drainase di kawasan Sungai Lumbah memang membutuhkan penanganan serius. Ia memastikan, pembersihan dan penataan tidak hanya difokuskan pada sungai, tetapi juga pada saluran drainase yang menjadi jalur utama aliran air.

Dalam kesempatan tersebut, Yamin juga mengapresiasi inisiatif warga Kompleks Mandastana, khususnya RT 32, yang secara swadaya bergotong royong menjaga kebersihan sungai.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu pemerintah. Sungai adalah sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama demi masa depan anak cucu,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 32 Said Shaleh menyampaikan, bahwa terdapat dua titik gorong-gorong tersumbat yang selama ini menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air dan memicu genangan hingga merendam rumah warga.

Ia berharap adanya solusi permanen berupa pembongkaran dan pembangunan gorong-gorong baru, agar persoalan banjir tahunan di wilayah tersebut dapat teratasi secara menyeluruh.

(Hik/Ang)

[feed_them_social cpt_id=57496]