JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Kartoyo, S.M., menegaskan perlunya langkah cepat dan terukur dalam penanganan banjir yang terus berulang di sejumlah daerah. Salah satu upaya yang didorong adalah pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Percepatan Penanganan Banjir.
Melalui Fraksi Partai NasDem DPRD Kalsel, H. Kartoyo mengajak seluruh unsur legislatif untuk bersama-sama membentuk pansus agar penanganan banjir tidak berjalan parsial dan bersifat seremonial semata.
“Bagi NasDem, persoalan banjir ini harus segera diselesaikan. Jangan sampai setiap tahun masyarakat terus menjadi korban,” ujar H. Kartoyo di Banjarmasin, belum lama tadi.
Ia menilai, selain program jangka panjang seperti normalisasi sungai dan pengendalian daerah aliran sungai (DAS), pemerintah juga harus menyiapkan solusi jangka pendek yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Salah satu langkah realistis yang ia dorong adalah program menaikkan atau mengangkat rumah warga di wilayah langganan banjir.
“Selama ini ada program bedah rumah yang fokus ke lantai, dinding, dan atap. Sekarang perlu ditambah satu lagi, yakni angkat rumah,” jelasnya.
Menurut H. Kartoyo, program tersebut dapat menjadi solusi konkret jika dilakukan, indikatornya sangat jelas. Misalnya, rumah dinaikkan setinggi satu hingga satu setengah meter, sehingga pada musim hujan berikutnya warga tidak lagi terdampak genangan.
“Kalau dinaikkan satu meter atau satu setengah meter, maka secara logika tahun depan tidak akan banjir lagi. Itu bisa langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi, agar program tersebut berjalan efektif.
H. Kartoyo mencontohkan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang telah memiliki program bedah rumah dan dapat dikembangkan dengan skema angkat rumah.
Meski mengakui biaya program tersebut cukup besar, Kartoyo menilai dampaknya jauh lebih nyata dibandingkan penanganan yang tidak menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Biayanya memang besar, tapi manfaatnya jelas. Masyarakat langsung merasakan perlindungan dari banjir,” katanya.
Dirinya juga mengungkapkan kondisi banjir yang masih terjadi di lapangan. Saat melakukan kunjungan ke 10 desa di HSS, ia mendapati ketinggian air naik hingga 40 sentimeter hanya dalam satu hari.
“Kasihan masyarakat. Kondisinya banjir sangat cepat naik,” tegasnya.
Selain permukiman, ia juga menyoroti infrastruktur jalan nasional, khususnya ruas Kandangan–Kalumpang–Margasari, yang kerap terendam saat banjir.
Menurutnya, jalan tersebut perlu ditinggikan minimal satu meter agar tidak terus tenggelam setiap musim hujan.
Terkait pembentukan pansus, Kartoyo menyebut pembahasan akan segera dilakukan di internal DPRD. Ia membuka kemungkinan pansus berada di bawah Komisi III DPRD Kalsel yang membidangi infrastruktur, di mana Fraksi NasDem juga berada.
“Dalam waktu dekat akan kita bahas bersama teman-teman di komisi. Yang penting, pansus ini benar-benar memastikan program penanganan banjir berjalan, bukan hanya wacana,” pungkasnya. (YUN)














