‎Bang Dhin Terus Komitmen Kembangkan Olahraga Airsoft Gun

Muhammad Syaripudin, ketua terpilih porgasi kalsel

JURNALKALIMANTAN.COM, ‎BANJARMASIN – H. Muhammad Syarifuddin terpilih kembali memimpin Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Airsoft Gun Seluruh Indonesia (Porgasi) Kalimantan Selatan, yang kali ini untuk periode 2026–2030, pada Musyawarah Provinsi II, Ahad (15/2/2026), di Banjarmasin.

Muhammad Syaripudin yang biasa disapa ‎Bang Dhin ini berkomitmen meningkatkan prestasi atlet Porgasi, yang selama empat kali berturut-turut berkontribusi sebagai juara umum Festival Olahraga Masyarakat Nasional.

[feed_them_social cpt_id=59908]

‎“Kita akan terus melakukan pembinaan sekaligus edukasi untuk menjaring atlet baru,” katanya.

‎Diungkapkan Bang Dhin, dalam empat tahun terakhir, pihaknya telah menambah jumlah klub olahraga Airsoft Gun, dari 1 menjadi 14 klub yang tersebar di wilayah Kalsel.

‎“Atlet yang semula hanya 11 orang, kini meningkat menjadi 800 orang,” ujar Anggota DPRD Kalsel tersebut.

‎Sedangkan untuk tempat latihan, Porgasi Kalsel berupaya bekerja sama dengan pihak swasta untuk menyediakan sarana latihan bagi atlet.

‎“Kalau sarana dan prasarana tersedia, insyaAllah atlet Porgasi Kalsel bisa meningkatkan prestasinya di berbagai event,” ungkap Politikus PDI Perjuangan tersebut.

Sementara ‎Ketua Pengurus Besar Porgasi Brigjen TNI Singgih Prambudi Arinto, mengharapkan Pengprov Porgasi Kalsel bisa terus meningkatkan prestasinya sekaligus membina atlet muda.

“Apalagi Kalsel merupakan pengprov paling berprestasi di Indonesia,” katanya.

Beigjen TNI ‎Singgih pun mendorong Pengprov di bawah kepemimpinan Bang Dhin dapat menyiapkan atlet, termasuk mengatasi kekhawatiran terhadap generasi muda yang asyik dengan gawai.

‎“Airsoft gun ini merupakan olahraga yang fun untuk mengisi waktu, ataupun untuk kegiatan generasi muda,” tambahnya.

Brigjen TNI ‎Singgih juga mengharapkan agar Pengprov dapat bekerja sama dan bersinergi, mengingat atlet Porgasi merupakan bagian ketahanan rakyat semesta.

‎“Tidak hanya mengandalkan TNI sebagai komponen utama, namun mereka yang terlatih menggunakan senjata merupakan komponen cadangan,” pungkasnya. (YUN/Achmad MT)

[feed_them_social cpt_id=57496]