Pemprov Kalsel Pamerkan Sensasi Kuliner Ikan Legendaris di TMII

Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono (Foto Bawah) Saat Memberikan Sambutan di Acara Promosi Kuliner Ikan Khas Daerah di Anjungan TMII Jakarta, (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) kembali menggebrak panggung nasional dengan memperkenalkan kuliner ikan khas Banua dalam ajang Promosi Kuliner Ikan Khas Daerah di Anjungan Kalimantan Selatan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin. Momentum ini menjadi langkah strategis Pemprov Kalsel dalam memperkenalkan kekayaan rasa kuliner Banua kepada masyarakat ibu kota hingga pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Acara ini juga dihadiri Seruni MP Bidang 4, Ibu Ernawati Trenggono (Pendamping Menteri KKP), Ibu Sulikah Hanif (Pendamping Menteri LH), dan Ibu Tina Agustina Maman Abdurahman (Pendamping Menteri UMKM).

Dalam sambutannya, Ariadi Noor menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar festival kuliner, melainkan bagian dari misi besar pelestarian budaya dan penguatan identitas daerah berbasis komoditas unggulan Kalsel, yakni ikan.

“Melalui kegiatan ini, cita rasa kuliner ikan khas Banua dapat dikenal lebih luas, sekaligus menggambarkan kisah, tradisi, dan filosofi budaya masyarakat Banjar yang menjadi kekuatan lokal kita,” ujarnya.

Pemprov Kalsel berharap promosi ini mampu memperkuat jejaring sosial budaya masyarakat perantauan, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk kuliner khas daerah dalam menghadapi persaingan global.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, menegaskan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan kampanye nasional Gerakan Masyarakat Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN).

Menurutnya, Program Gemarikan tidak hanya mendorong masyarakat gemar mengonsumsi ikan, tetapi juga mencakup edukasi gizi, peningkatan aksesibilitas agar ikan mudah diperoleh dengan harga terjangkau, diversifikasi olahan, hingga upaya pencegahan stunting.

“Ikan merupakan makanan bergizi tinggi yang kaya Omega 3, sangat penting untuk kesehatan jantung, fungsi otak, serta tumbuh kembang anak,” jelas Rusdi.

Acara ini menghadirkan beragam hidangan ikan khas Kalimantan Selatan yang sarat nilai historis dan kekayaan rempah, di antaranya:

Ketupat Kandangan Ikan Haruan, Pais Patin, Patin Baubar, Iwak Karing Beragam olahan tradisional Banua lainnya.

Tak hanya menyajikan hidangan klasik, kegiatan ini juga diramaikan dengan demo memasak berbahan dasar ikan menggunakan teknik modern tanpa meninggalkan resep tradisional.

Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing kuliner Banua, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM agar menembus pasar nasional hingga internasional.

Dengan meningkatnya tren konsumsi protein sehat di masyarakat, langkah Pemprov Kalsel ini dinilai tepat dalam mengangkat potensi perikanan sekaligus memperkuat citra kuliner Banua di kancah nasional.

(Sumber : Dislautkan Kalsel)

[feed_them_social cpt_id=57496]