Infrastruktur dan Pertanian Dominasi Usulan Musrenbang Karusen Janang

Sekda Bartim Misnohartaku hadir memberikan arahan kepada serta musrenbangcam di Kecamatan Karusen Janang. (Foto : Mc Bartim)

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO TIMUR – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menghimpun 138 usulan pembangunan dari tujuh desa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ke-2 tingkat Kecamatan Karusen Janang. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kecamatan Karusen Janang, Desa Dayu, Selasa (3/2/2026).

Ratusan usulan itu meliputi pembangunan infrastruktur, rehabilitasi sekolah dan puskesmas pembantu (pustu), pengaspalan jalan, hingga bantuan bibit sawit, kakao, dan tanaman produktif lainnya.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Musrenbang diawali dengan laporan Camat Karusen Janang, Bewini. Selanjutnya, arahan Bupati Barito Timur, M. Yamin, yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Alvianson, sekaligus membuka secara resmi Musrenbang ke-2 tersebut.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dan tanggapan dari perangkat daerah terhadap usulan masing-masing desa. Sesi ini dipandu Kepala Bappelitbangda Barito Timur, Franz Sila Utama, dan diisi diskusi guna menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan prioritas pembangunan daerah.

Berdasarkan hasil pembahasan, usulan terbanyak berasal dari Desa Wuran sebanyak 40 usulan, disusul Desa Dayu 31 usulan, Desa Simpang Naneng 26 usulan, Desa Kandris 13 usulan, Desa Ipu Mea 10 usulan, Desa Putut Tawuluh 10 usulan, serta Desa Lagan 8 usulan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Timur, Misnohartaku, Asisten II Setda Barito Timur, staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam, damang, para kepala desa se-Kecamatan Karusen Janang, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Kehadiran Sekda Bartim dilakukan usai mengikuti kegiatan launching penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di seluruh puskesmas yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati.

Dalam arahannya, Misnohartaku menekankan pentingnya sinkronisasi antara usulan masyarakat, prioritas pembangunan daerah, serta kemampuan fiskal pemerintah daerah agar program yang direncanakan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

(Adv/Mc Bartim)

[feed_them_social cpt_id=57496]