Korps Muballighah DMI Kalsel Gelar Orientasi dan Raker, Tekankan Sinergi Dakwah hingga Tantangan Era Digital

Foto bersama usai pembukaan (Foto:Panitia)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pimpinan Wilayah (PW) Korps Muballighah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Orientasi Pengurus dan Rapat Kerja untuk periode 2025–2030, Senin (16/2/2026). Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin, kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Peran Mubalig melalui Orientasi Kepengurusan dan Perencanaan Program Kerja yang Inovatif”.

Ketua Pimpinan Wilayah Nina Muidah, S.Pd., M.Pd., M.Kom. dalam laporannya, menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman latar belakang para pengurus. Ia menyebut Korps Muballighah sebagai “rumah besar” yang menampung para pendakwah perempuan dari berbagai organisasi keagamaan.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Kita datang dengan warna yang berbeda-beda. Di antara kita mungkin ada perbedaan aliran, pendekatan dakwah, budaya organisasi, bahkan berbeda dalam tradisi. Namun ketika kita berada di Korps Muballighah, kita adalah satu barisan, satu langkah, dan satu komitmen,” ujar Nina.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perbedaan latar belakang tersebut bukan untuk dipertentangkan, melainkan disinergikan dalam bingkai ukhuah demi kemaslahatan umat.

Dalam wawancara terpisah didampingi Sekretaris Hj. Yasmina Hikmah, S.Ag., Nina berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran seremonial semata.

“Yang terpenting bukanlah apa yang kita lakukan hari ini di ruangan ini, tetapi apa yang akan kita kerjakan setelah hari ini. Ukuran keberhasilan bukan pada meriahnya acara pembukaan, tetapi pada tindak nyata dan berkelanjutannya program,” tegas Ketua.

Nina menambahkan, bahwa orientasi ini penting, karena para pengurus baru saja menerima SK, sehingga perlu penyamaan persepsi terkait visi, misi, dan struktur organisasi.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Koordinator Departemen Dakwah, Seni Budaya, dan Syiar Islam DMI Kalsel H.A. Sya’rani, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin.

Dalam arahannya, Sya’rani menyoroti tantangan dakwah di era digital. Ia mengingatkan bahwa ruang digital harus diisi dengan konten positif, agar tidak didominasi oleh pengaruh yang kurang baik bagi pola pikir umat.

“Kita berada di ruang digital. Apabila kita tidak mengisi ruang-ruang tersebut, banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang akan mengisinya,” pesan Sya’rani.

Selain itu, ia juga menyinggung metode dakwah yang efektif, yakni yang mendidik namun tetap menghibur dengan porsi yang pas.

“Carilah humor yang sehat, humor yang mendidik. Humor itu (hanya) bumbu dakwah, kalau bumbunya terlalu banyak (akan) pahit,” ujar Sya’rani mengumpamakan.

Acara pembukaan berlangsung dinamis dan ditutup dengan penampilan dadakan seni Madihin oleh Sya’rani, yang memang dikenal sebagai maestro seni tutur khas Banjar tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan pengurus dari berbagai organisasi Islam perempuan, serta jajaran pengurus DMI Kalsel lainnya seperti Dr. Budi Rahmat Hakim, M.H.I. (Sekretaris DMI Kalsel) dan Taufiqurrahman, S.Th.I., M.Pd. (Anggota Departemen Pendidikan dan Iptek).

Acara dilanjutkan orientasi pengurus, bersama Dr. Hj. Mariani, S.H., M.Ag. dan Dra. Hj. Mashunah Hanafi, M.A., dengan moderator diisi Prof. Dr. Hj. Yusna Zaidah, M.H. Sesi berikutnya terkait penyusunan proker departemen, guna melahirkan program-program kerja yang terukur, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan umat saat ini.

(AM/Ih)

[feed_them_social cpt_id=57496]