Pemkab HST Dorong Penguatan Peran Guru Pendidikan Agama Islam

Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi saat memberikan arahan kepada 101 peserta Rakor Guru PAI, Rabu (18/2/2026) di Aula Bapperida HST, (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Dinas Pendidikan gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Jenjang SD dan SMP Angkatan 1 se-HST, Rabu (18/2/2026) di Aula Bepperida HST.

Mewakili Bupati HST Samsul Rizal, Wabup Gusti Rosyadi Elmi menegaskan bahwa rakor tersebut bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Rapat ini penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ujar Gusti Rosyadi Elmi.

Ia menekankan, guru PAI memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter kuat di tengah arus globalisasi, kemajuan teknologi, serta tantangan moral yang semakin kompleks.

“Guru PAI tidak hanya berperan sebagai pengajar materi keagamaan, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan teladan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya

Menurutnya, siswa jenjang SD dan SMP berada pada fase penting pembentukan karakter. Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan dari guru akan membekas kuat dalam ingatan serta kepribadian mereka. Oleh sebab itu, pendidikan karakter tidak bisa dibangun secara instan, melainkan melalui proses panjang dan keteladanan yang konsisten.

“Di sinilah peran guru Pendidikan Agama Islam menjadi pondasi utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga mendorong agar rakor dimanfaatkan sebagai ruang diskusi yang produktif untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran dan mencari solusi atas berbagai tantangan di lapangan, baik terkait kurikulum, administrasi pembelajaran, asesmen, maupun penguatan moderasi beragama di lingkungan sekolah.

Ia berharap para guru PAI terus meningkatkan kompetensi, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan tanpa meninggalkan esensi nilai-nilai Islam.

“Pendidikan agama harus menjadi kekuatan moral yang memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” tutup Wabup.

(Rz)

[feed_them_social cpt_id=57496]