JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melaksanakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) dan sinkronisasi perencanaan dana alokasi khusus bidang kelautan dan perikanan tahun 2022, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Selasa (23/03/2021).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan dinas perikanan kabupaten/kota se-Kalsel, Wakil Ketua DPRD Kalsel (M. Syaripuddin), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, serta perwakilan Masyarakat Ikan Gabus Indonesia.
Kepala DKP Kalsel, Rusdi Hartono, dalam sambutannya mengatakan, Rakernis ini dapat dijadikan momentum yang sangat penting untuk menghasilkan rumusan rencana program dan kegiatan prioritas, dalam meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan dan perikanan.
“Untuk mendukung hal tersebut, setidaknya terdapat beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun rencana pembangunan pada tahun 2022 mendatang, agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Rusdi Hartono.
Baca Juga : Bantu Para Ibu Rumah Tangga Berdaya, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Berikan Pelatihan Membuat Pempek
Oleh sebab itu, menurutnya, perencanaan pembangunan harus lebih difokuskan pada pemberian paket bantuan sarana dan prasarana produksi perikanan bagi pelaku usaha perikanan yang terdampak banjir, dan pemulihan usaha perikananan di masa pandemi Covid-19.
“Melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat, dalam rangka membangun komitmen bersama melalui peningkatan peran dan partisipasi pelaku usaha perikanan dalam proses pembangunan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi,” katanya.
Selanjutnya menurut pria ramah ini, dalam rangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kalsel yang baru, ia harapkan bisa sudah mulai diarahkan untuk memprioritaskan hilirisasi usaha perikanan skala industri, berupa penguatan daya saing produk olahan hasil perikanan, untuk meningkatkan nilai tambah.
“Pada tahun 2022, DKP Kalsel berencana menyusun dokumen naskah akademik untuk pembangunan industri Hidrolisat Protein Ikan (HPI), untuk mendukung penyediaan bahan pangan berbasis protein ikan, guna pencegahan stunting di Kalsel,” jelasnya.
Selain itu, tambahnya, perlu ada pengembangan perekonomian di wilayah pesisir, melalui implementasi pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), serta pengembangan wilayah terpadu usaha perikanan daratan di lintas kabupaten/kota, melalui Sentra Perikanan Daratan Terpadu (SPDT).
“Pada tahun 2021 ini, kami mulai menyusun dokumen perencanaan berupa masterplan pengembangan ikan gabus haruan skala industri Kalsel,” paparnya.
Baca Juga : Bang Dhin Kunjungi Dinas Kelautan Dan Perikanan Terkait Rencana Kerja 2021
Wakil Ketua DPRD Kalsel, M. Syaripuddin, sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Untuk itu, ia berpesan kepada dinas perikanan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar bisa bersinergi.
“Saya yakin apabila mereka bersinergi, program kerja disinergikan, maka akan mendapatkan hal yang positif terhadap Kalsel,” ungkapnya.

Ia juga berharap, apabila program kerjanya sudah tersusun, tinggal memilah mana yang dibiayai oleh pemerintah provinsi dan mana yang dibiayai oleh pemerintah pusat.
“Tentunya kita berharap banyak dibiayai oleh pusat, dan ini yang akan kita perjuangkan bersama DKP Kalsel,” harapnya.
Editor : Ahmad MT














