JURNALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN – Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Banjarmasin tahun 2026 resmi dimulai, Selasa (7/4), di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin.
Sebanyak 232 siswa-siswi SMA/sederajat se-Kota Banjarmasin mengikuti tahapan seleksi awal.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR.
Dalam sambutannya, Yamin berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses seleksi dengan baik dan mampu menjadi perwakilan terbaik Kota Banjarmasin hingga ke tingkat Provinsi Kalimantan Selatan bahkan nasional.
Menurutnya, Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, Paskibraka merupakan simbol generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan.
“Para peserta adalah putra-putri terbaik daerah yang diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, seleksi ini menjadi tahapan penting dalam menjaring generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki mental kuat, wawasan kebangsaan yang luas, serta karakter berintegritas.
Yamin juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses seleksi. Ia memastikan tidak ada praktik titip-menitip dalam penentuan peserta terpilih.
“Kami tidak ingin ada titip-titipan dalam seleksi ini. Yang terpilih harus murni berdasarkan kemampuan dan kedisiplinan,” tegasnya.
Ia menambahkan, menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Para peserta dinilai sebagai calon pemimpin masa depan yang akan membawa nama baik daerah dan bangsa.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki semangat cinta tanah air, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Turut hadir Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Dolly Syahbana, Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Lukman Fadlun, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Ahmad Muzaiyin, serta jajaran terkait.
(Hik/Ang)














