Pemkab HST Perkuat Ekosistem Pembelajaran Bahasa Inggris di Satuan Pendidikan

Pemkab HST Perkuat Ekosistem Pembelajaran Bahasa Inggris di Satuan Pendidikan. (Foto:Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) bekerjasama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Building English Ecosystems: Bimtek Pengimbasan SBI SD dan Penguatan Komunitas Praktik Berbahasa Inggris SMP Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 September 2026 di Qin Hotel Banjarbaru.

Bupati HST, Samsul Rizal melalui Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah HST, Ainur Rafiq memandang program sekolah berbahasa inggris yang telah dilaksanakan di HST sejak tahun 2022 merupakan sebuah investasi jangka panjang bagi kualitas SDM di Bumi Murakata.

“Program ini tidak boleh berhenti hanya pada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik. Kita ingin membangun ekosistem, yaitu lingkungan sekolah yang mendorong Bahasa Inggris digunakan, dipraktekan, dan menjadi bagian dari kebiasaan belajar sehari-hari,” ungkapnya

Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas tim pengimbasan serta membangun ekosistem berbahasa Inggris yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 43 peserta, yang merupakan guru-guru anggota Tim Pengimbasan Sekolah Dasar dan Penguatan Ekosistem Sekolah Menengah Pertama Program Sekolah Berbahasa Inggris.

“Yang paling penting adalah bagaimana hasil kegiatan ini dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata di sekolah. Karena itu, setiap bidang memiliki peran yang harus dijalankan secara berkelanjutan,” ujar Muhammad Anhar, Rabu (23/9/2026) di ruang kerjanya

Adapun narasumber berasal dari BPMP Provinsi Kalimantan Selatan yang memberikan materi teknis penjaminan mutu, penguatan kompetensi kebahasaan, fasilitasi community of practice, hingga pendampingan penyusunan rencana kerja tim.

Muhammad Anhar menambahkan, tindak lanjut menjadi bagian penting dari program tersebut. Setiap bidang dalam Tim Pengimbasan SD dan Penguatan Ekosistem SMP diharapkan mengimplementasikan rencana kerja tahunan sesuai pembagian tugas masing-masing.

Selain itu, pendampingan pengimbasan bagi guru SD akan dilakukan secara berkelanjutan, sementara di jenjang SMP diharapkan terbentuk dan aktif berbagai komunitas praktik berbahasa Inggris, seperti English Day, English Club, maupun English Corner.

“Melalui komunitas praktik, penggunaan Bahasa Inggris di sekolah diharapkan tidak hanya berlangsung dalam pembelajaran formal, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas dan budaya sekolah,” katanya.

Selanjutnya, hasil kegiatan akan dituangkan dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk kemudian diimplementasikan dan dipantau. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan oleh Bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan bersama Dinas Pendidikan.

Muhammad Anhar berharap kolaborasi antara Dinas Pendidikan HST, BPMP Kalimantan Selatan, para guru, dan seluruh unsur terkait dapat terus diperkuat sehingga program pengembangan ekosistem Bahasa Inggris dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. (Adv/Rz)