JURNALKALIMANTAN.COM, YOGYAKARTA – Komisi I DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mendalami pemanfaatan Learning Management System (LMS) untuk memperkuat kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Hal itu dibahas saat Komisi I DPRD Kalsel melakukan studi komparasi ke Badiklat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (28/9/2026).
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Habib Hamid Bahasyim, mengatakan penerapan LMS dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pengembangan kompetensi ASN.
“Kami perlu mendalami penerapan LMS untuk memperkuat kompetensi ASN,” ujar Habib, Selasa (29/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Komisi I bersama perwakilan BPSDMD Kalsel juga membahas tata kelola pelatihan, penyusunan prioritas pengembangan kompetensi, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran ASN.
Habib mengapresiasi keterbukaan Badiklat DIY dalam berbagi pengalaman dan praktik pengembangan kompetensi ASN.
“Praktik baik dari DIY akan menjadi bahan kajian untuk disesuaikan dengan kebutuhan Kalsel,” kata Anggota Fraksi PKS DPRD Kalsel ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Standardisasi dan Penjaminan Mutu Badiklat DIY, Soffi Indriyani, mengatakan pengembangan kompetensi ASN kini tidak lagi bergantung pada pembelajaran konvensional.
Menurutnya, platform digital dapat membuat proses pembelajaran lebih fleksibel, terukur, dan berkelanjutan.
“Pembelajaran digital membuat pengembangan kompetensi ASN lebih fleksibel dan tepat sasaran,” kata Soffi.
Komisi I DPRD Kalsel berharap pemanfaatan teknologi dalam pengembangan kompetensi ASN dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan kinerja pemerintahan di Kalsel. (YUN)













